Priyo Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Pengadaan Motor Listrik SPPG
- 08 Apr 2026 16:21 WIB
- Bandung
RRI. CO. ID, Bandung - Pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menuai sorotan. Kebijakan tersebut dinilai perlu dievaluasi agar pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Priyo Budi Santoso, menilai pengadaan tersebut hanyalah satu dari banyak kebijakan pemerintah yang patut dikaji ulang. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Itu (pengadaan motor) termasuk dari poin-poin dari sekian banyak percikan poin yang harus dievaluasi," tegas Priyo usai acara Silaturahmi Kerja Wilayah ICMI Jabar di Kampus Itenas Bandung, Rabu, 8 April 2026.
Selain itu, Priyo juga menyoroti pelaksanaan program MBG yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Ia mencontohkan pemberian program tersebut kepada sekolah-sekolah unggulan yang siswanya berasal dari kalangan mampu.
“Contoh misalnya MBG kenapa juga diberikan kepada sekolah-sekolah unggulan, anak orang kaya, enggak butuh subsidi, dikasih juga MBG, ya enggak dimakan, jadi basi, kemudian jadi isu,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran apabila tidak diarahkan dengan baik. Ia menilai program MBG akan lebih efektif jika difokuskan pada daerah tertinggal dan wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
“Kenapa kok seolah-olah hanya menghabis-habiskan anggaran, padahal itu lebih menguntungkan kalau diperuntukkan pada daerah-daerah tertinggal, zona-zona yang miskin. Kalau itu good ya, kami mendukung,” ucap Priyo.
Meski demikian, Priyo menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung kebijakan pemerintah selama bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah terbuka terhadap masukan dan kritik.
“Secara keseluruhan kami sebenarnya mendukung, tapi pemerintah juga harus mau dikoreksi. Banyak sekali yang harus dikoreksi,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....