Tri Wulan Pertama, 900 PMI Asal Subang Diberangkatkan
- 07 Apr 2026 20:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Periode Januari hingga Maret 2026, atau Tri wulan pertama, Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Subang, memberangkatkan sebanyak 900 orang PMI ke berbagai negara tujuan kerja. Rata-rata dengan tujuan kerja ke Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Taiwan.
Pengatur Kerja Ahli Pertama KP2MI Subang Abdul Subur mengatakan, dari ke 900 PMI tersebut, didominasi oleh PMI dengan tujuan kerja Taiwan. Karena Taiwan dianggap prosesnya cepat dan mudah, terutama gaji nya tertinggi diantara negara tujuan kerja.
"Taiwan sekarang lagi menjadi primadonanya para PMI asal Subang, dari 900 orang PMI yang diberangkatkan ke negara tujuan kerja pada periode triwulan pertama tahun 2026 ini, lebih banyak ditempatkan di Taiwan," ujar Abdul Subur kepada RRI di Subang, Selasa 7 April 2026.
Selain gaji, juga kontrak yang cukup lama yakni 3 tahun berbeda dengan beberapa negara tujuan kerja PMI lainnya, yang hanya 1 hingga dua tahun saja, dan gaji nya di jauh di bawah gaji kerja di Taiwan. Sehingga keinginan PMI untuk memiliki rumah, sawah dan ladang di kampung bisa tercapai dengan dua hingga tiga kali kontrak. Terkait gaji, para PMI yang bekerja di Taiwan, Rata-rata antara Rp 14 hingga 17 juta perbulan.
"Kalau di Hongkong gaji hanya Rp 10 sampai dengan 11 juta perbulan, kontak juga paling lama 2 tahun. Sementara di negara lainnya seperti Singapura dan Malaysia berkisar di angka Rp 4 hingga 5 juta perbulan, kontak satu tahun sekali. Maka dari itu, Taiwan menjadi salah satu negara tujuan kerja para PMI asal Subang saat ini," tuturnya.
Terlebih kerja para PMI di Taiwan, bekerja sebagai penjaga lansia, perat dan walker sehingga pekerjaannya tidak begitu rumit, berbeda dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga, seperti di negara Hongkong, Singapura dan Malaysia. Bahkan di Taiwan para PMI mengaku betah, karena para PMI di sana, tidak banyak dilaporkan mendapatkan kekerasan dari majikan, tidak bermasalah hukum, dan persoalan lainnya.
"Mereka di sana, rata-rata menyatakan betah, dan minim pengaduan atau mendapatkan permasalahan dengan majikan, permasalah hak-hak PMI, atau berbagai permasalahan lainnya, itu hampir tidak ada, kecuali, mengalami sakit, atau meninggal dunia karena sakit. Berbeda dengan di negara lainnya seperti Hongkong, Singapura dan Malaysia," tegas Abdul Subur.
Ia menambahkan, LTSA KP2MI Subang, pertahun rata-rata memberangkatkan PMI diangka 3000 orang pertahun, dengan penempatan rata-rata di negara Taiwan. Sedang, untuk kantong terbanyak PMI di Kabupaten Subang yaitu, Kecamtan Pamanukan, Sukasari, Binong, Tambakdahan dan Patokbeusi.
"Untuk kantong PMI terbanyak di Kecamatan Pamanukan, Sekasari, Binong, Tambakdahan dan Patokbeusi. Rata-rata pertahun kita berangkatkan sebanyak 3000 PMI," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....