Bupati Sumedang Dorong Tanam Benih Langsung, Panen Padi Tabela Jadi Percontohan
- 06 Apr 2026 18:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Sumedang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Pemkab Sumedang melaksanakan panen padi dengan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) di areal persawahan Panyindangan Girang, Desa Sukamaju, Senin 6 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui inovasi pola tanam yang lebih efisien. Metode Tabela dinilai mampu memangkas tahapan budidaya padi karena benih ditanam langsung tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam seperti metode konvensional.
Menurut Bupati Dony Ahmad Munir, penerapan pola ini membawa perubahan signifikan dalam teknik budidaya, termasuk dalam pengelolaan tanaman dan penggunaan pestisida. “Metode ini berbeda dengan pola tanam yang selama ini dilakukan petani. Ada perubahan dalam tata cara budidaya hingga penggunaan pestisida,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini metode Tabela tengah diuji coba melalui demplot seluas 170 bata. Hasil panen dari lahan tersebut akan dibandingkan dengan metode konvensional untuk mengukur tingkat produktivitasnya.
“Dari demplot ini akan dihitung seberapa besar hasilnya dibandingkan dengan cara biasa. Jika terbukti lebih baik, metode ini akan dijadikan role model dan dikembangkan di seluruh wilayah Sumedang,” katanya.
Selain meningkatkan hasil produksi, penerapan Tabela juga diharapkan dapat menekan biaya operasional petani dan mempercepat masa tanam, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan.
Di sisi lain, Bupati Dony mengingatkan para petani untuk bersiap menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kondisi tahun ini diperkirakan akan lebih kering dari biasanya. “Potensi kemarau panjang harus diantisipasi sejak dini. Kita harus memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun kondisi cuaca tidak menentu,” ungkapnya.
Pemerintah daerah pun telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari koordinasi lintas sektor hingga peningkatan kesiapan infrastruktur pertanian. Salah satu fokus utama adalah memastikan ketersediaan air melalui optimalisasi embung serta percepatan perbaikan jaringan irigasi.
Selain itu, Dinas terkait juga diminta memastikan kesiapan pompa air, termasuk ketersediaan bahan bakar, agar dapat dimanfaatkan petani saat debit air menurun.
Melalui penerapan metode Tabela dan penguatan infrastruktur pendukung, Pemerintah Kabupaten Sumedang optimistis sektor pertanian tetap mampu bertahan bahkan meningkat di tengah tantangan perubahan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....