Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pohon dan Reklame

  • 03 Apr 2026 16:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat langkah antisipatif menyusul meningkatnya kejadian pohon tumbang dan reklame roboh akibat cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa hari terakhir.

‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, menegaskan bahwa upaya pencegahan kini menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan pascakejadian.

‎“Upaya pencegahan itu jauh lebih penting. Jangan sampai kita hanya fokus pada penanganan setelah kejadian. Antisipasi harus dilakukan sejak dini,” ujar Soni, Jumat 3 April 2026.


‎Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung mendorong kolaborasi lintas perangkat daerah untuk melakukan pengecekan menyeluruh di lapangan. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Diskarmatan, Satpol PP, BPBD, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

‎Pemeriksaan difokuskan pada dua aspek utama, yakni kekuatan struktur reklame serta kondisi pohon-pohon yang berpotensi membahayakan. Untuk reklame, Pemkot menilai perlu adanya evaluasi berkala guna memastikan konstruksi tetap aman, terutama saat menghadapi angin kencang dan hujan deras.

‎“Kami mendorong agar dilakukan pengecekan kekuatan struktur reklame secara berkala. Ini harus melibatkan dinas teknis dan juga para pemilik reklame,” jelasnya.

‎Selain itu, langkah antisipasi juga difokuskan pada pohon-pohon rawan tumbang. Diskarmatan bersama instansi terkait mengimbau dilakukan pemangkasan dahan serta asesmen kondisi pohon, terutama yang sudah tua, rapuh, atau memiliki akar yang melemah.

‎“Pohon yang sudah tua, dahannya rapuh, atau akarnya tidak kuat harus segera ditangani. Ini penting untuk menghindari kejadian yang membahayakan masyarakat,” katanya.

‎Di sisi lain, kesiapsiagaan personel di lapangan turut ditingkatkan. Diskarmatan memastikan seluruh petugas dalam kondisi siaga penuh, bahkan menyiapkan pasukan cadangan untuk menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

‎“Personel kami siaga penuh. Bahkan jika diperlukan, pasukan cadangan juga kami kerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....