Pemkot Bandung Perkuat Toleransi lewat Silaturahmi Nyepi

  • 01 Apr 2026 18:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar kegiatan silaturahmi bersama para tokoh agama Hindu dalam rangka peringatan Hari Raya Nyepi. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung ini menjadi momentum penting untuk memperkuat toleransi dan harmoni antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kota Bandung merupakan salah satu daerah yang terus berupaya menjaga tingkat toleransi melalui kolaborasi lintas sektor. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam menjaga kerukunan.

‎“Indeks toleransi kita belum 100 persen. Artinya masih ada potensi intoleransi. Maka dari itu, kita tidak boleh menutup mata. Kita harus mampu mengelola dan menyelesaikan konflik secara bijak, bukan sekadar menyembunyikannya,” ujar Farhan, Rabu 1 Maret 2026.

‎Ia menjelaskan, Pemkot Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kementerian Agama, serta berbagai lembaga terkait terus memperkuat sinergi dalam mencegah dan menangani potensi konflik keagamaan. Menurutnya, kemampuan mengelola perbedaan merupakan indikator kedewasaan sebuah kota dalam menjaga stabilitas sosial.

‎Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti berdekatan waktunya perayaan Nyepi dengan Idulfitri dan Paskah pada tahun ini. Ia menilai, ketiga momentum keagamaan tersebut memiliki nilai spiritual yang serupa, yakni pengendalian diri, introspeksi, serta upaya kembali pada fitrah sebagai manusia.

‎“Nyepi dan Ramadan mengajarkan hal yang sama, yaitu menahan diri dan melakukan refleksi. Ini menunjukkan bahwa di balik perbedaan, ada nilai universal yang menyatukan kita,” katanya.


Farhan menekankan pentingnya semangat Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai tersebut, menurutnya, mengajarkan untuk mencari kebenaran bersama tanpa saling menyalahkan.

‎Ia juga mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama yang selama hampir tiga dekade menjadi penyeimbang dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Kota Bandung. Selain itu, dukungan TNI dan Polri dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.

‎Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, I Ketut Adi Purnama, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Bandung atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata komitmen menjaga toleransi.

‎Ia menjelaskan bahwa Hari Raya Nyepi merupakan momentum spiritual penting bagi umat Hindu melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yang mengajarkan pengendalian diri, introspeksi, serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam semesta.

‎“Melalui Nyepi, kami diajak untuk menata kembali kehidupan serta menjaga harmoni antara buana alit dan buana agung,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim sebagai bentuk penguatan persaudaraan lintas agama.

‎Selain itu, PHDI Kota Bandung turut menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah daerah, di antaranya dukungan terhadap pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut serta usulan perubahan nama Kelurahan Sukamiskin yang dinilai memiliki konotasi kurang baik.

‎Kegiatan silaturahmi ini menjadi refleksi kuat bahwa Kota Bandung terus berupaya menjaga harmoni dalam keberagaman. Melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, nilai toleransi diharapkan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

‎Sebagai penutup, seluruh pihak mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat sinergi demi mewujudkan Kota Bandung yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....