Dialog Moderasi Beragama di KBB, Perkuat Toleransi dan Tangkal Hoaks
- 31 Mar 2026 22:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar dialog interaktif bertema penguatan moderasi beragama di Gedung Serbaguna, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Senin 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai upaya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Dialog interaktif ini menjadi wadah diskusi lintas sektor guna memperkuat nilai toleransi serta mencegah potensi konflik bernuansa keagamaan.
Acara menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama (Kemenag) KBB, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Peserta terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta aparat keamanan.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) KBB, Agnes Virganty, menegaskan pentingnya komunikasi antar elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial.
"Pentingnya komunikasi dan forum ini sebagai langkah strategis untuk merawat kerukunan umat beragama," kata Agnes.
Perwakilan Kemenag memaparkan kebijakan dan regulasi terkait moderasi beragama. FKUB menekankan pentingnya dialog berkelanjutan, sementara narasumber lain menyoroti langkah preventif dalam menjaga kerukunan.
Sekretaris MUI KBB, Agus Idris, mengingatkan bahwa gesekan antar umat beragama kerap dipicu oleh pemahaman yang tidak utuh.
"Terutama akibat informasi dari media sosial yang tidak terverifikasi. Kita mendorong peningkatan literasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi," ujar Agus.
Di sisi lain, Ketua FKUB KBB, Unang Abidin, menilai kondisi kerukunan di lapangan tetap kondusif. Menurutnya, isu intoleransi lebih banyak berkembang di media sosial dibandingkan fakta di masyarakat.
Dialog ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat moderasi beragama di Bandung Barat, sekaligus mendorong masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi demi menjaga persatuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....