Musda Golkar Jabar Memanas: Pertarungan Ahmad Hidayat vs Daniel Mutaqien

  • 30 Mar 2026 17:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peta politik internal Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat mulai memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026. Dua nama kuat mencuat dan dipastikan akan bertarung memperebutkan posisi ketua DPD Golkar Jawa Barat.

Kedua figur tersebut adalah anggota DPR RI, Daniel Mutaqien Syafiuddin, dan anggota DPRD Jawa Barat, Ahmad Hidayat, yang juga menjabat Ketua AMPI Jawa Barat. Pertarungan diprediksi berlangsung ketat.

Ahmad Hidayat mengklaim telah mengamankan dukungan mayoritas dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota. Informasi yang berhasil dihimpun sebanyak 19 dari 27 DPD sudah menyatakan dukungan terhadap Ahmad Hidayat.

Jika klaim tersebut akurat, maka hanya tersisa delapan DPD yang belum menentukan sikap. Celah ini dinilai menjadi ruang strategis bagi Daniel Mutaqien Syafiuddin untuk menggalang kekuatan.

Namun demikian, dinamika politik internal partai masih sangat cair. Sejumlah pengamat menilai peta dukungan bisa berubah drastis hingga hari pelaksanaan Musda.

Kedua kandidat memiliki latar belakang dan basis kekuatan yang berbeda. Hal inipun menambah daya tarik siapakah sosok yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Golkar di Jawa Barat.

Ahmad Hidayat merupakan kader internal dengan basis sruktural. Ahmad dikenal sebagai kader yang tumbuh dari struktur partai di daerah. Selain aktif di DPRD Jawa Barat, ia juga memegang peran penting dalam organisasi sayap partai.

Rekam jejak utama:

  • Anggota DPRD Jawa Barat (2019–2024, 2024–2029)
  • Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran
  • Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Jabar
  • Ketua DPD AMPI Jawa Barat
  • Ketua Pemenangan Pemilu Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung).
  • Aktivis HMI dan HIPMI.

Kekuatan Ahmad terletak pada jaringan struktural dan kedekatannya dengan DPD tingkat kabupaten/kota.

Sedangkan Daniel Mutaqien Syafiuddin merupakan politisi nasional dengan jejaring luas baik dunia politik maupun kepemudaan dan bisnis. Daniel membawa pengalaman panjang di level nasional.

Rekam jejak utama:

  • Anggota DPR RI (2014–2019, 2019–2020, 2024–sekarang)
  • Mantan Anggota DPRD Jawa Barat (2009–2014)
  • Ketua DPD II Golkar Indramayu (2010–2015)
  • Pengurus DPP Golkar (2017–2019)
  • Ketua Depinas SOKSI
  • Aktif di HIPMI dan berbagai organisasi kepemudaan Modal pengalaman nasional dan jaringan organisasi menjadi kekuatan utama Daniel dalam kontestasi ini.

Musda Golkar Jawa Barat kali ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah politik partai menjelang kontestasi politik mendatang. Pertarungan antara kekuatan struktural daerah dan jaringan nasional diperkirakan akan menjadi warna utama dalam dinamika Musda.

Ketua Steering Commitee (SC) Musda Partai Golkar Jabar, Yod Mintaraga menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda sedang menunggu arahan dari DPP Partai Golkar.

“Menunggu arahan DPP (Partai Golkar-red),” ungkap Yod Mintaraga, Senin 30 Maret 2026.

Musda Golkar Jawa Barat 2026 diprediksi menjadi salah satu ajang paling krusial dalam menentukan masa depan partai di tingkat provinsi. Pertarungan dua tokoh dengan kekuatan berbeda ini membuka peluang munculnya dinamika baru dalam tubuh Golkar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....