Pemkot Bandung Perketat Penertiban TPU, Tekan Pungli saat Lonjakan Ziarah

  • 28 Mar 2026 09:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menertibkan Tempat Pemakaman Umum (TPU), khususnya saat meningkatnya aktivitas ziarah pada momen libur Lebaran 2026.

‎Farhan mengakui, praktik pungutan liar (pungli) di sejumlah TPU masih menjadi tantangan yang belum bisa diberantas secara instan. Meski demikian, Pemkot Bandung terus menggencarkan berbagai langkah penertiban dan pengawasan di lapangan guna menekan praktik tersebut.

‎“TPU ini memang sedang kita lakukan penertiban. Tapi harus diakui, sangat sulit bagi kami untuk langsung menghilangkan pungli. Karena itu, kami terus berupaya membatasi dan menekan praktik tersebut,” ujar Farhan, Sabtu 28 Maret 2026.

‎Ia menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan untuk lebih aktif dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, terutama bagi para peziarah yang datang untuk mendoakan keluarga di makam.


‎Perhatian khusus juga diberikan pada kawasan Nagrog yang menjadi salah satu titik dengan aktivitas ziarah cukup tinggi selama libur Lebaran. Di lokasi tersebut, Pemkot Bandung berupaya memastikan kelancaran arus pengunjung sekaligus meminimalisir potensi gangguan di lapangan.

‎Farhan pun menyampaikan apresiasi kepada tokoh masyarakat setempat yang telah berinisiatif membantu dengan menyediakan sebagian lahan permukiman sebagai area parkir sementara. Langkah tersebut dinilai sangat membantu dalam mengurai kepadatan kendaraan di sekitar area pemakaman.

‎“Untuk Nagrog, saya ucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat yang sudah membantu menyediakan lahan parkir. Ini sangat membantu kelancaran dan kenyamanan para peziarah,” ungkapnya.

‎Ke depan, Pemkot Bandung juga merencanakan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut dengan menerapkan sistem satu arah. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan serta mencegah terjadinya kemacetan selama puncak kunjungan ziarah.

‎Selain itu, upaya penanganan pungli akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan unsur kewilayahan, termasuk aparat dan tokoh masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisir keluhan masyarakat sekaligus menciptakan suasana ziarah yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

‎“Dengan kerja sama semua pihak, kita ingin memastikan masyarakat bisa berziarah dengan tenang, tanpa gangguan, dan tetap merasa aman selama masa libur Lebaran,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....