Wali Kota Bandung Klaim Keamanan Pasca Lebaran Kondusif

  • 28 Mar 2026 09:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Bandung pasca perayaan Lebaran 2026 berlangsung kondusif. Situasi di lapangan dinilai tetap terkendali, termasuk dalam penanganan potensi gangguan kriminalitas.

‎Farhan menyampaikan, secara umum laporan terkait tindak kriminal masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan oleh aparat keamanan. Hal ini menunjukkan efektivitas koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum selama masa libur Lebaran.

‎“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik sampai hari ini. Laporan kriminalitas masih bisa dikendalikan dengan sangat baik,” ujar Farhan, sabtu 28 Maret 2026.

‎Ia pun memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat, yang dinilai berperan besar dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

‎“Terima kasih kepada Polrestabes Bandung dan Polda Jabar yang betul-betul menjaga kita dengan sangat baik. Insyaallah kita kerja sama terus,” katanya.



‎Meski kondisi secara umum aman, Farhan mengakui masih terdapat sejumlah gesekan sosial di masyarakat, seperti tawuran dalam skala kecil. Namun, ia memastikan peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar karena dapat segera ditangani di tingkat kewilayahan.

‎“Tawuran gesekan-gesekan kecil terjadi, tapi kita sudah bisa selesaikan di tingkat kewilayahan,” jelasnya.

‎Sebagai langkah preventif ke depan, Pemerintah Kota Bandung akan memperkuat pendekatan dialogis, khususnya di lingkungan pendidikan. Farhan berencana melakukan komunikasi langsung dengan para orang tua serta pengelola sekolah guna mencegah potensi kenakalan remaja.

‎Ia menambahkan, untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA), pemerintah kota hanya dapat melakukan pendekatan melalui dialog karena kewenangan berada di pemerintah provinsi.

‎“Anak sekolah hari Senin besok saya akan dialog dengan para orang tua dan pengelola sekolahnya. Kalau tingkat SMA, kita hanya bisa dialog karena tidak punya kewenangan langsung,” ujarnya.

‎Selain itu, kebijakan jam malam bagi pelajar tetap diberlakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Aparat gabungan juga terus mengintensifkan patroli rutin guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,“ Patroli masih berjalan,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....