Terminal Leuwipanjang Siapkan Peralihan Dari Cicaheum, Fasilitas SDM Diperkuat
- 27 Mar 2026 14:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pihak Terminal Leuwipanjang terus mematangkan berbagai persiapan jelang peralihan operasional dari Terminal Cicaheum yang akan dialihfungsikan sebagai terminal Bus Rapid Transit (BRT). Perpindahan ini membuat sebagian besar aktivitas bus antarkota yang sebelumnya terpusat di Cicaheum akan dialihkan ke Terminal Leuwipanjang.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengatakan sejumlah langkah strategis telah disiapkan guna memastikan proses peralihan berjalan lancar tanpa menimbulkan kepadatan maupun gangguan pelayanan kepada penumpang.
“Pengaturan jadwal keberangkatan kami lakukan agar bus tidak masuk terminal sebelum waktunya dan menyebabkan kepadatan. Selain itu, kami juga menyiapkan jalur keberangkatan agar alur penumpang lebih tertata, serta menambah loket tiket untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang,” ujar Asep saat ditemui di Terminal Leuwipanjang, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menambahkan, peningkatan fasilitas juga menjadi fokus utama dalam menghadapi lonjakan aktivitas di terminal. Sejumlah perusahaan otobus (PO) bahkan telah mulai melengkapi sarana penunjang kenyamanan penumpang maupun awak bus.
“Penyediaan lounge untuk pengemudi dan penumpang terus ditingkatkan. Saat ini beberapa PO seperti Sinar Jaya, Sugeng Rahayu, Gunung Harta, Eka, dan Primajasa sudah membangun fasilitas tersebut,” jelasnya.
Selain itu, penataan area parkir bus juga dilakukan agar lebih optimal dalam menampung armada yang masuk dan keluar terminal. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran operasional di tengah peningkatan volume kendaraan.
Namun demikian, Asep mengakui masih terdapat tantangan dari sisi sumber daya manusia (SDM). Saat ini, jumlah petugas dinilai belum ideal untuk menunjang pengaturan dan pengawasan di lapangan.
“Memang perlu penambahan SDM, terutama dari Kementerian Perhubungan. Saat ini satu regu sekitar 14 sampai 15 orang, padahal idealnya minimal 20 orang untuk menunjang pengaturan, pengendalian, dan pengawasan,” ungkapnya.
Dari sisi layanan tiket, sebagian trayek jarak jauh telah mulai beralih ke sistem digital dengan menggandeng platform pemesanan daring seperti Traveloka dan RedBus. Meski demikian, masih ada sejumlah PO yang belum mengadopsi sistem tersebut.
“Ke depan akan diarahkan agar seluruh PO bisa beralih ke sistem online, mengikuti perkembangan zaman dan memudahkan masyarakat dalam memesan tiket,” tambahnya.
Meski terjadi peralihan pusat aktivitas, Asep memastikan tidak akan ada perubahan signifikan terhadap jalur trayek yang sudah ada. Termasuk akses yang melewati area pedagang tetap dipertahankan guna menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar terminal.
“Tidak ada perubahan signifikan. Jalur tetap dipertahankan, termasuk akses yang melewati area pedagang, agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....