Arus Balik Lebaran Dongkrak Aktivitas UMKM di Terminal Leuwipanjang Meningkat

  • 27 Mar 2026 13:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Arus balik Lebaran 2026 tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi indikator positif terhadap kondisi ekonomi warga. Peningkatan jumlah kedatangan penumpang di sejumlah terminal, termasuk Terminal Leuwipanjang Bandung, berdampak langsung pada geliat aktivitas ekonomi di sekitarnya.

‎Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang selama arus balik membawa efek domino terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), serta sektor ritel di kawasan terminal.

‎“Jelas, peningkatan kedatangan menunjukkan ekonomi masyarakat juga meningkat. Aktivitas ekonomi di sekitar terminal seperti minimarket dan UMKM ikut menggeliat, terutama penjualan oleh-oleh dan kebutuhan perjalanan,” ujar Asep saat ditemui di Terminal Leuwipanjang, Jumat 27 Maret 2026.


‎Menurutnya, peningkatan tersebut terlihat dari ramainya penumpang yang membeli berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga oleh-oleh khas daerah. Kondisi ini memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

‎Namun demikian, Asep menekankan bahwa peningkatan aktivitas transportasi juga perlu diimbangi dengan penguatan aspek keselamatan, khususnya terkait kesehatan pengemudi angkutan umum. Ia berharap ke depan fasilitas posko kesehatan di terminal dapat lebih ditingkatkan, terutama dalam hal pemeriksaan kelelahan pengemudi.

‎“Ke depan kami berharap ada peningkatan pada posko kesehatan, terutama pemeriksaan kelelahan pengemudi. Kemarin dari Kementerian Kesehatan sudah ada pemeriksaan, dan itu sangat penting,” jelasnya.

‎Ia mencontohkan pada trayek Sukabumi, di mana tingkat kelelahan pengemudi cukup tinggi akibat meningkatnya frekuensi perjalanan. Jika biasanya hanya satu kali perjalanan (rit), selama arus mudik dan balik pengemudi bisa melakukan dua hingga tiga rit dalam sehari.

‎Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak diantisipasi dengan pemeriksaan kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, selain pemeriksaan fisik, tes urin juga dinilai penting untuk memastikan kondisi pengemudi tetap prima.

‎“Tes urin selama arus mudik sudah ada, namun arus balik juga perlu dilakukan. Posko kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung juga sudah disiapkan,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....