BBKSDA Jabar Ungkap Virus yang Membuat Dua Anak Harimau di Bandung Zoo Mati
- 26 Mar 2026 18:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat (Jabar) mengungkap virus dan gejala yang dialami dua anak harimau Benggala di Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung sebelum akhirnya mati akibat infeksi virus panleukopenia. Dua anak harimau tersebut diketahui bernama Huru dan Hara, keduanya berusia 8 bulan saat mati.
Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya menjelaskan, gejala yang muncul meliputi muntah dan diare, bahkan disertai darah pada feses. Sementara kepastian mengenai infeksi virus Panleukopenia didapat setelah dilakukan rapid test kepada dua anak harimau tersebut.
“Gejala yang muncul antara lain muntah-muntah dan diare, bahkan terdapat darah pada feses,” ujar Eri, Kamis 26 Maret 2026.
Saat kondisi Huru dan Hara mulai menurun, petugas langsung melakukan isolasi ke kandang karantina serta penanganan intensif. Namun nahas, nyawa keduanya tak tertolong kendati upaya maksimal telah dilakukan.
Eri juga menuturkan penyebab dari virus Panleukopenia. Ia mengatakan penularan virus tersebut bisa terjadi dari berbagai faktor, termasuk interaksi dengan lingkungan sekitar seperti kandang maupun induknya.
"Penyebabnya bisa berasal dari berbagai faktor. Penularan bisa terjadi dari banyak sumber, termasuk interaksi dengan lingkungan sekitar. Secara teori, anak satwa memang lebih rentan terhadap infeksi. Ada kemungkinan juga penularan dari induk, namun hal ini masih perlu pendalaman lebih lanjut," kata Eri.
Terkait penanganan lanjutan, pihaknya menyebut pembersihan kandang dan penyemprotan disinfektan telah dilakukan secara intensif. Namun, untuk langkah detail lainnya masih dalam kajian.
“Banyak faktor yang perlu dikaji dan tidak bisa disimpulkan secara sepihak,” ucapnya.
Eri juga menyampaikan dukanya terkait kabar menyedihkan matinya dua bayi kucing besar tersebut.
"Hal ini memang menjadi kabar yang sangat memukul. Kami sangat berduka, karena kedua anak harimau tersebut bukan hanya sekadar satwa, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung," kata Eri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....