Sedap Malam, Penanda Lebaran di Sudut Kota Bandung

  • 20 Mar 2026 15:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menjelang Idulfitri, suasana jalanan di Bandung berubah lebih semarak. Di beberapa sudut kota, deretan penjual bunga musiman bermunculan, menghadirkan warna-warni yang kontras dengan hiruk-pikuk kendaraan.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah bunga sedap malam atau Polianthes tuberosa. Aroma khasnya yang kuat seakan menjadi penanda tak tertulis bahwa Lebaran semakin dekat.

Sedap malam dikenal mekar pada malam hari, menghadirkan nuansa tenang dan sakral. Tak heran, bunga ini kerap dimaknai sebagai simbol kesucian, kedamaian, dan cinta—nilai yang sejalan dengan semangat Hari Raya.

Di sepanjang jalan, pedagang sibuk merapikan ikatan bunga, sementara pembeli datang silih berganti. Bagi sebagian warga Bandung, membeli bunga menjelang Lebaran bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari ritual menyambut tamu dan mempercantik rumah.

Lani (25), salah satu pembeli, mengaku hampir setiap tahun membeli sedap malam. “Sudah jadi kebiasaan. Rasanya kurang lengkap kalau ruang tamu belum dihiasi bunga ini pas Lebaran,” ujarnya, Jumat 20 Maret 2026.

Hal serupa disampaikan Siska (23), yang memilih memadukan sedap malam dengan mawar. “Biasanya beli mawar sama sedap malam. Wangi dan kelihatannya lebih segar, jadi bikin suasana rumah lebih hidup,” katanya.

Fenomena ini membuat jalanan Bandung seolah menjelma menjadi “lorong bunga” musiman. Di tengah padatnya arus mudik dan aktivitas belanja, kehadiran sedap malam menghadirkan jeda yang menenangkan—mengajak siapa pun berhenti sejenak, menghirup aromanya, dan merasakan hangatnya tradisi yang terus hidup dari tahun ke tahun.

Lebaran di Bandung, pada akhirnya, bukan hanya tentang ketupat dan silaturahmi. Ia juga hadir dalam wangi sedap malam yang sederhana, namun penuh makna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....