Ketupat Anyaman Asep, Potret Ketekunan jelang Lebaran di Kosambi

  • 20 Mar 2026 15:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Di tengah hiruk-pikuk Pasar Kosambi menjelang Lebaran, sosok sederhana bernama Asep (49) tampak tekun menganyam daun kelapa menjadi ketupat. Perantau asal Cikalong ini menggantungkan rezekinya dari keterampilan tangan yang ia tekuni sejak remaja.

Dengan jemari cekatan, helai demi helai daun kelapa ia rajut menjadi ketupat rapi. “Sudah dari SMP saya begini, tiap tahun kalau mau Lebaran jualan ketupat,” ujarnya, Jumat 20 Maret 2026.

Ketupat hasil anyaman dijual dengan harga Rp15 ribu per 10 buah untuk ukuran kecil, dan Rp20 ribu per 10 buah untuk ukuran besar. Ia juga menyediakan daun kelapa mentah seharga Rp600 per helai bagi pembeli yang ingin menganyam sendiri. Tahun ini, Asep membawa sekitar 2.000 helai daun dari kampungnya, berharap seluruh dagangan habis terjual menjelang Hari Raya.

Namun perjuangannya tak ringan. Sejak sore sebelumnya, ia sudah berada di lokasi berjualan dan memilih tidur di emperan pasar demi menjaga dagangan. “Dari kemarin sore sudah di sini, belum pulang. Tidur di sini saja, nunggu dagangan,” katanya.

Berbeda dengan tahun lalu, penjualan kali ini cenderung menurun. “Kalau Lebaran kemarin, jam segini sudah pulang, sudah habis. Sekarang agak kurang,” ungkapnya.

Meski demikian, semangatnya tak surut. Sebagai ayah dari empat anak, Asep tetap berjuang mengais rezeki demi keluarganya. Baginya, setiap anyaman bukan sekadar barang dagangan, tetapi harapan untuk menyambut hari raya dengan lebih baik.

“Semoga makin laris,” ucapnya singkat, dengan senyum tipis yang menyimpan banyak doa.

Di tengah keramaian kota, kisah Asep menjadi potret ketekunan dan kesederhanaan. Dengan tangan lihainya, ia merajut daun kelapa menjadi ketupat, sekaligus merangkai harapan di setiap simpulnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....