PD Muhammadiyah Tasikmalaya: Jangan Jadikan Perbedaan Perdebatan
- 20 Mar 2026 14:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Ribuan jemaah Muhammadiyah Kota Tasikmalaya melaksanakan salat Idul Fitr,i di Alun- alun Dadaha, Jumat pagi 20 Maret 2026. Salat Idul Fitri, dipimpin Imam Abdullah Mufti Nurhabib, dengan Khotib Ayi Mobarok.
Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Ayi Mubarok, mengatakan, perbedaan penetapan hari raya, seharusnya tidak menjadi perdebatan. Perbedaan itu bagian dari kekayaan yang harus dijaga.
“Bukan dicari perbedaanya untuk diperdebatkan. Mari berangkat dari persamaan yang ada. Perbedaan menjadi khazanah untuk terus memupuk persatuan umat,” katanya.
Dalam khutbahnya, Ayi Mubarok mengatakan, Idul Fitri bukan hanya perayaan berakhirnya puasa, melainkan momentum evaluasi diri. Sehingga kemenangan adalah bagaimana, perubahan sikap dan kualitas ketakwaan.
“Jadi bukan euforia seremonial. Tapi bagaimana perubahan dalam sikap dan kualitas takwa,” ujarnya.
Sementara itu Hadad (40), warga Singaparna berharap, ke depan perbedaan dalam penetapan 1 syawal tidak terjadi lagi. Ia berharap, ormas Islam bisa bersama- sama mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan 1 syawal.
“Iya seharusnya ikut saja pemerintah dalam penetapannya, kalau berbeda terkesan tidak kompak, dan kemeriahan Idul Fitri jadi seperti hambar,” ujarnya.
Sedangkan Salat Idul Fitri jemaah Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya berlangsung khidmat. Di tengah perbedaan, semangat kebersamaan merayakan kemenangan terpancar dari ribuan jemaah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....