Dishub Kota Bandung Kerahkan 701 Personel untuk Arus Mudik dan Balik
- 11 Mar 2026 14:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Perhubungan Kota Bandung menyiapkan ratusan personel untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Sebanyak 701 petugas dikerahkan dan ditempatkan di berbagai titik rawan kemacetan, kawasan keramaian, hingga lokasi wisata di Kota Bandung.
Kepala Dinas Perhubungan(Dishub)Kota Bandung Rasdian Setiadi, mengatakan ratusan personel tersebut akan disebar di sejumlah simpang jalan serta titik strategis lain yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan selama musim mudik.
“Total ada 701 personel yang kami kerahkan. Mereka ditempatkan di sekitar 36 hingga 42 simpang jalan, kemudian ada yang bertugas di ATCS, ada yang bersifat situasional termasuk di kawasan flyover. Sekarang flyover juga sudah bertambah, seperti di Ciroyom dan Nurtanio, sehingga pengawasan lalu lintas juga diperkuat di titik tersebut,” ujar Rasdian saat diwawancarai di Balaikota Bandung, Rabu 11 Maret 2026.
Menurut Rasdian, penyiapan personel tersebut merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Perhubungan dan Korlantas Polri terkait pengaturan lalu lintas selama masa mudik Lebaran. Dalam aturan tersebut, pengaturan arus mudik diberlakukan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
“Jika merujuk pada SKB Menteri Perhubungan dan Korlantas, pengaturan lalu lintas mudik itu berlangsung dari H-7 sampai H+7, yaitu mulai 12 Maret hingga 25 Maret,” jelasnya.
Namun demikian, Dinas Perhubungan Kota Bandung menambah masa pengawasan hingga 29 Maret 2026. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik yang diperkirakan masih tinggi setelah masa puncak Lebaran.
“Kami menambah masa pengawasan sampai 29 Maret karena pergerakan masyarakat diperkirakan masih cukup besar hingga waktu tersebut, terutama saat arus balik. Karena itu kami sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan, baik dari sisi personel maupun pelaksanaan di lapangan,” katanya.
Rasdian menambahkan, rencana pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut juga telah dipaparkan dalam rapat lintas sektoral yang digelar oleh Polrestabes Bandung beberapa waktu lalu. Rapat tersebut melibatkan berbagai instansi guna memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik.
Dari sisi personel, seluruh bidang di lingkungan Dinas Perhubungan turut dilibatkan dalam pengamanan arus mudik dan balik. Mulai dari bidang angkutan, bidang lalu lintas, Satuan Pengawas Transportasi (SPT), hingga bidang pengendalian operasional (Dalop).
“Semua bidang kami kerahkan. Mulai dari bidang angkutan, lalu lintas, SPT, hingga Dalop. Yang paling banyak dari Dalop karena mereka berkaitan langsung dengan pengaturan lalu lintas di simpang-simpang yang sudah ditentukan, baik saat arus mudik maupun arus balik,” ucapnya.
Selain personel, Dishub Kota Bandung juga menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Di antaranya pemasangan rambu lalu lintas tambahan, penguatan sistem pemantauan lalu lintas, serta keikutsertaan dalam posko pengamanan bersama aparat kepolisian.
“Kami juga menyiapkan berbagai sarana seperti rambu-rambu tambahan. Kemudian untuk posko, kami bergabung dengan kepolisian di beberapa titik pos pengamanan. Di setiap posko ada dua petugas Dishub yang bertugas secara bergantian dalam dua shift,” katanya.
Sementara itu, untuk pusat kendali lalu lintas, sistem Area Traffic Control System (ATCS) akan beroperasi selama 24 jam penuh guna memantau kondisi lalu lintas di berbagai ruas jalan utama di Kota Bandung.
Menurut Rasdian, pemantauan lalu lintas di simpang-simpang utama sebagian besar sudah terhubung dengan kamera pengawas yang terkoneksi langsung ke pusat kendali ATCS.
“Kurang lebih ada 67 kamera yang terhubung langsung dengan ATCS. Dari situ kami bisa memantau kondisi lalu lintas secara real time. Untuk lokasi yang belum terjangkau kamera, kami tetap menempatkan petugas secara manual di lapangan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....