Peringatan Nuzulul Qur’an di Cimahi Tekankan Nilai Inklusivitas dalam Dakwah

  • 08 Mar 2026 16:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat kota di Masjid Agung Cimahi, Jumat 6 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, para ulama, pimpinan pondok pesantren, serta masyarakat.

Peringatan turunnya Al-Qur’an ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali menghayati nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Sejak awal kegiatan, suasana religius terasa ketika para jemaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengatakan malam 17 Ramadan memiliki arti penting dalam sejarah Islam. Malam tersebut diperingati sebagai waktu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Surah Al-A’laq ayat 1–5.

“Malam 17 Ramadan merupakan malam istimewa dalam sejarah Islam, karena pada saat itulah wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Surah Al-A’laq ayat 1 sampai 5,” ujar Adhitia.

Menurut Adhitia, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya sekadar mengenang peristiwa turunnya kitab suci Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pengingat agar umat Islam menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan tausiyah oleh K.H. MD Ubaydillah AB. yang memberikan pesan-pesan keagamaan kepada para jemaah. Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini memiliki makna khusus karena Pemerintah Kota Cimahi menghadirkan juru bahasa isyarat (JBI) dalam rangkaian acara.

Kehadiran JBI memungkinkan penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, dapat mengikuti dakwah dan pesan-pesan keagamaan secara lebih mudah.

“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong terwujudnya kota yang inklusif,” ucapnya

Adhitia menilai kehadiran juru bahasa isyarat dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk nyata bahwa dakwah Islam harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Ini menjadi simbol bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya mengingat kapan Al-Qur’an diturunkan, tetapi juga bagaimana nilai-nilainya diimplementasikan. Islam adalah agama yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun,” katanya.

Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap masyarakat tidak hanya memperingatinya secara seremonial.

Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diharapkan dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari guna memperkuat kehidupan sosial yang harmonis dan religius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....