Pengolahan Food Waste Didorong Jadi Peluang Ekonomi dan Lingkungan

  • 08 Mar 2026 14:30 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mendorong pengelolaan sampah makanan atau food waste di tingkat lingkungan, seperti RW dan kelurahan, agar dapat berkembang seiring meningkatnya volume sampah organik. Meskipun kapasitas pengolahannya saat ini masih terbatas, namun keberadaan SPPG dinilai berpotensi memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai peningkatan volume food waste tidak seharusnya dilihat sebagai beban, melainkan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang bernilai guna.

‎Menurutnya, apabila sampah makanan tersebut tidak dikelola dengan baik, maka potensi yang ada akan terbuang percuma. Sebaliknya, jika diolah secara tepat, food waste dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk ramah lingkungan, seperti pupuk cair, pupuk organik, hingga kompos.

‎“Jika dibiarkan, kita kehilangan kesempatan. Namun jika dimanfaatkan, food waste bisa diolah menjadi pupuk cair, pupuk organik, hingga kompos,” ujar Farhan, Minggu 8 Maret 2026.


‎Ia mengutarakan, pengolahan sampah organik tersebut juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mendorong pemanfaatan kompos sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

‎Bahkan, kompos yang dihasilkan dari pengolahan food waste di tingkat lingkungan dapat disumbangkan ke tempat pembuangan akhir sebagai bagian dari penerapan sistem Sanitary Landfill.

‎“Bahkan sesuai arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup, kompos tersebut juga bisa disumbangkan ke TPA sebagai bagian dari sistem sanitary landfill,” katanya.

‎Farhan berharap, apabila kapasitas produksi pengolahan sampah organik terus meningkat di masa mendatang, maka sistem ini dapat menjadi bagian dari ekosistem SPPG di masing-masing wilayah.

‎Untuk saat ini, penanganan food waste masih menjadi bagian dari pengelolaan sampah lingkungan yang dilakukan masyarakat. Namun, ke depan skema tersebut direncanakan akan dimasukkan ke dalam sistem kerja petugas pemilah dan pengolah sampah agar pengelolaannya lebih terstruktur dan berkelanjutan.

‎“Namun ke depan akan dimasukkan dalam skema petugas pemilah dan pengolah sampah,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....