Wali Kota Bandung Akui Khawatir Dampak Geopolitik Terhadap BBM
- 07 Mar 2026 13:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas membuat sejumlah negara mulai mengkhawatirkan stabilitas pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia. Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh Pemerintah Kota Bandung, meski hingga saat ini pasokan BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, dirinya tidak menampik adanya kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga minyak dunia. Hal tersebut berkaitan dengan situasi global yang berpotensi mempengaruhi distribusi energi, termasuk kabar adanya kapal pengangkut minyak milik Pertamina yang sempat tertahan di kawasan Selat Hormuz.
“Terus terang, sama seperti yang lain, saya juga khawatir dengan kenyataan bahwa harga minyak internasional naik. Ada dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Namun saya juga menyadari bahwa semua perubahan terkait harga minyak atau minyak yang tertahan itu bukan untuk hari ini, melainkan dampaknya kemungkinan akan terasa tiga bulan ke depan. Nah kegelisahan itu yang ada dalam diri saya,” ujar Farhan di Bandung, Sabtu 7 Maret 2026.
Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa hingga saat ini distribusi dan ketersediaan BBM di Kota Bandung masih berjalan normal. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Pertamina, suplai BBM ke berbagai SPBU di wilayah kota masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, beberapa jenis BBM memang mengikuti fluktuasi harga pasar internasional, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex. Oleh karena itu, kemungkinan perubahan harga bisa terjadi seiring dengan perkembangan harga minyak dunia.
“Dari Pertamina, distribusi BBM untuk Kota Bandung sampai saat ini aman suplainya. Memang ada beberapa jenis BBM yang mengikuti harga pasar seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan sebagainya,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....