KSM Taman Jasmine Antapani Olah hingga 1 Ton Sampah Per Minggu
- 06 Mar 2026 09:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Persoalan sampah di Kota Bandung terus mendorong berbagai elemen masyarakat untuk melakukan inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Salah satu upaya nyata dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Taman Jasmine RW 19, Kelurahan Antapani Tengah, Kota Bandung, yang secara konsisten mengolah sampah rumah tangga dari warga sekitar.
Melalui kegiatan pengolahan sampah yang dikelola secara swadaya, KSM Taman Jasmine mampu mengolah sekitar 1 ton sampah setiap minggu. Sampah tersebut dipilah menjadi sampah organik dan anorganik untuk kemudian dimanfaatkan kembali.
Sampah organik diolah menjadi kompos yang biasanya sudah siap dipanen dalam waktu sekitar lebih dari satu bulan. Sementara itu, sampah anorganik yang berhasil dipilah dan dikumpulkan mencapai 300 hingga 500 kilogram setiap bulan, yang kemudian dijual untuk menambah pemasukan kegiatan pengelolaan sampah.
Ketua KSM Taman Jasmin RW 19 Kelurahan Antapani Tengah kota Bandung Doddi Iryana Memed mengatakan, hasil dari pengolahan sampah tersebut cukup membantu keberlangsungan kegiatan kelompok.
“Alhamdulillah cukup, karena selain menjual kompos kami juga menjual tanaman dan bibit-bibit tanaman,” ujar Doddi, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, seluruh kegiatan di KSM Taman Jasmine dijalankan secara sukarela oleh para relawan. Tidak ada anggota yang menerima gaji tetap, karena kegiatan ini murni berbasis kepedulian terhadap lingkungan.
“Di sini semuanya relawan. Tidak ada yang mendapatkan gaji tetap. Hasilnya hanya dari pengolahan sampah tadi. Kami menjalankannya dari hati,” katanya.
Kegiatan pengolahan sampah di kawasan tersebut telah berjalan sejak tahun 2019 dan tidak ditujukan sebagai kegiatan komersial. Menurut Dodi, jika kegiatan ini berorientasi pada keuntungan semata, kemungkinan besar para relawan tidak akan mampu menjalankannya secara konsisten.
Di wilayah RW 19 sendiri terdapat sekitar 5 RT dengan kurang lebih 315 rumah yang terlibat dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut. Warga secara aktif memilah sampah dari rumah sehingga memudahkan proses pengolahan di lokasi pengelolaan.
Doddi juga mengungkapkan, saat ini sebagian besar sampah di wilayah tersebut sudah dapat diolah di tingkat warga. Sampah yang dibuang ke tempat pembuangan hanya berupa residu, yaitu sisa sampah yang memang tidak dapat diolah kembali.
Menurutnya, keberadaan program Gaslah turut membantu pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Program tersebut membuat proses pengolahan sampah menjadi lebih ringan karena ada kolaborasi antara petugas program dan relawan KSM.
“Sebelum ada program Gaslah memang masih banyak sampah yang langsung dibuang. Dengan adanya Gaslah kami sangat terbantu, dan petugas Jasmine juga membantu petugas Gaslah, jadi pekerjaannya lebih ringan,” jelasnya.
Selain mengolah sampah, kawasan Taman Jasmine juga dimanfaatkan sebagai ruang hijau produktif. Berbagai jenis tanaman ditanam di area tersebut, mulai dari tanaman pangan hingga sayuran yang bisa dimanfaatkan oleh warga.
Doddi berharap upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti yang dilakukan di RW 19 Antapani Tengah dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Bandung.
“Kami mengimbau wilayah lain juga melakukan seperti yang kami lakukan di sini. Insya Allah berkah. Di sini juga banyak tanaman, mulai dari tanaman pangan sampai sayuran, kebanyakan yang produktif,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....