Wali Kota Bandung Soroti Dampak Gadget Terhadap Kesehatan Mental Pelajar

  • 04 Mar 2026 11:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Penggunaan gadget dan platform digital dinilai turut memengaruhi kondisi kesehatan mental anak-anak sekolah di Kota Bandung. ‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, fenomena penggunaan gadget di kalangan pelajar saat ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan platform digital dan media sosial yang begitu cepat.

Menurutnya, salah satu dampak yang muncul adalah fenomena FOMO (fear of missing out), yakni rasa takut tertinggal informasi atau tren yang sedang berkembang.

‎“Mungkin. Kalau gadget, saya lebih melihat bahwa gadget dan platform digital ini menimbulkan fenomena yang disebut FOMO, atau tidak mau tertinggal, atau ingin selalu merasa relate,” ujar Farhan, rabu 4 Maret 2026.

‎Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan psikologis bagi anak-anak, terutama ketika mereka merasa tidak mampu mengikuti perkembangan yang ada di dunia digital. Ketidakmampuan untuk “keep up” dengan tren, gaya hidup, maupun interaksi di media sosial dapat memicu rasa cemas, minder, hingga stres.

‎“Nah ini yang kadang-kadang apabila mereka tidak bisa mengikutinya, tidak bisa keep up dengan perkembangan, mungkin anak-anak itu merasa tertekan,” katanya.

‎Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa faktor gadget bukan satu-satunya penyebab gangguan kesehatan mental pada pelajar. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada hasil penelitian yang komprehensif.

‎“Tapi ada juga masalah-masalah lain. Saya kira kita tidak bisa menyimpulkan sampai nanti hasil penelitian yang dilakukan oleh ikatan profesional dari para psikolog dan juga psikolog klinis serta perguruan tinggi melakukan penelitian dan sampling,” ucapnya.

‎Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, mendorong adanya kajian ilmiah yang melibatkan organisasi profesi psikologi dan kalangan akademisi untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi kesehatan mental pelajar. Hasil penelitian tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tepat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun pengawasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah dan keluarga.

‎Ia juga mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih aktif melakukan pendampingan terhadap anak dalam penggunaan gadget.

‎" Literasi digital, pengaturan waktu penggunaan perangkat, serta komunikasi yang terbuka dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....