Basmut Hari Kedua Diserbu Warga, Beras dan Minyak Jadi Buruan Utama

  • 03 Mar 2026 12:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Bazar Murah Utama Kota Bandung di hari kedua pelaksanaan terpantau tinggi. Sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, terigu, telur, dan daging ayam menjadi produk yang paling banyak diburu warga. Selain kebutuhan pokok, produk unggulan pelaku UMKM dari masing-masing kecamatan juga turut menarik perhatian pengunjung.

‎Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan, secara umum pelaksanaan Bazar murah utama berjalan lancar meskipun sempat terkendala faktor cuaca.

‎“Alhamdulillah, hari ini ada tiga kesempatan kegiatan. Saya tadi hadir di Cikadut. Memang sempat terkendala hujan sebelum acara dimulai, tetapi melalui kewilayahan dibantu Pak Camat, Bu Lurah, dan para Ketua RW, informasi tetap tersampaikan ke masyarakat,” ujar Ronny, Selasa 3 Maret 2026.


‎Ia mengungkapkan, meski diguyur hujan, warga tetap berdatangan. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang datang dari wilayah sekitar.

‎“Saya sempat berbincang dengan warga, bahkan ada yang datang dari wilayah sekitar seperti Cibenying. Dari lokasi lainnya juga saya mendapat informasi antusiasmenya sama. Mudah-mudahan Bazar Murah Utama ini benar-benar bisa membantu masyarakat,” katanya.

‎Ronny menjelaskan, komoditas beras dan minyak goreng masih menjadi yang paling diminati masyarakat. Namun, bahan pokok lainnya seperti terigu, telur, sayuran, dan daging juga cukup laris.

‎“Beras dan minyak memang paling banyak dicari. Tapi yang lain juga cukup diminati, seperti terigu mungkin karena banyak yang membuat kue atau gorengan seperti bala-bala. Sayuran dan telur juga cukup banyak diminati,” ucapnya.

‎Menurutnya, harga yang ditawarkan di Bazar murah relatif lebih terjangkau dibanding harga pasar, meskipun selisihnya tidak terlalu jauh.

‎“Alhamdulillah, harganya lebih terjangkau dibanding harga pasar. Memang selisihnya tidak terlalu besar, tetapi cukup membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

‎Ia merinci, selisih harga komoditas berkisar antara Rp2.000 hingga Rp20.000. Untuk daging sapi misalnya, perbedaannya bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 dibandingkan harga pasar. Sementara untuk telur, cabai, dan beberapa komoditas lain, selisihnya sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000. Sayuran rata-rata lebih murah Rp2.000 hingga Rp3.000.

‎Selain itu, terdapat pula konsep penjualan dengan harga serba Rp5.000 dan Rp10.000 yang cukup diminati masyarakat.

‎Minyak goreng dijual seharga Rp15.500 per liter. Daging ayam dan beras SPHP juga tersedia dalam jumlah yang cukup. Ronny memastikan, stok komoditas akan terus ditambah sesuai kebutuhan.

‎“Insya Allah mulai besok akan ada tambahan lagi. Kemarin gula belum bisa dikeluarkan karena masih menunggu arahan dari pusat, tapi tadi sudah ada informasi mudah-mudahan segera tersedia,” katanya.

‎Ronny menambahkan, Bazar Murah Utama merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya menjelang momentum Ramadan.

‎Ia menegaskan, pengawasan dilakukan secara lintas sektor. Tidak hanya melibatkan dinas terkait, tetapi juga kementerian serta Perum Bulog yang turut memantau jalannya kegiatan.

‎“Insya Allah minggu depan pimpinan juga akan turun memantau. Jadi semua stakeholder terlibat untuk memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....