Pemkot Bandung Luncurkan Kampanye Ayo Kurangi Gula, Garam dan Lemak

  • 02 Mar 2026 11:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung bersama Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menggelar kampanye pola makan sehat bagi anak-anak sekolah melalui gerakan “Ayo Kurangi Gula, Garam dan Lemak (GGL), agar Hidup Sehat, Kuat dan Pintar”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SD Al Azhar 36 Bandung, Jalan Palasari No.9, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Senin 2 Februari 2026.

‎Kampanye ini merupakan bagian dari komitmen Kota Bandung sebagai anggota jaringan internasional Partnership for Healthy Cities, sebuah jejaring kota-kota di dunia yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat. ‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kampanye pengurangan konsumsi gula, garam, dan lemak difokuskan pada anak-anak sekolah sebagai langkah strategis membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.

‎“Nah, kampanyenya itu adalah kurangi GGL, kurangi gula, garam, dan lemak, khusus anak-anak sekolah. Karena dari anak-anak sekolah ini kita harapkan pendidikannya mulai dari awal hingga tumbuh kesadaran untuk gaya hidup sehat,” ujar Farhan usai memberikan sambutan di SD Al Azhar 36 Bandung, Jalan Palasari No.9, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Senin 2 Maret 2026.


‎Menurutnya, pembiasaan pola makan sehat sejak usia sekolah menjadi fondasi penting dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas di masa mendatang. Ia menegaskan, pendidikan kesehatan harus dimulai dari lingkungan sekolah agar pesan hidup sehat dapat tertanam kuat dalam keseharian anak-anak.

‎Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota turut didampingi Ketua DPRD Kota Bandung, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat implementasi program secara berkelanjutan. ‎Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung dalam mengampanyekan pengurangan konsumsi GGL.

‎“Kami dari DPRD Kota Bandung mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan kampanye pengurangan konsumsi gula, garam, dan lemak. Apa yang kita lakukan hari ini pasti akan punya pengaruh baik di 20–30 tahun yang akan datang,” ucapnya.

‎Asep menekankan, keberhasilan kampanye ini tidak hanya bergantung pada anak-anak sebagai sasaran utama, tetapi juga pada peran orang tua di rumah. Edukasi kepada orang tua dinilai penting agar pola makan sehat dapat diterapkan secara konsisten dalam keluarga.

‎“Ke depan bukan sekadar untuk anak-anaknya saja, tentu saja para orang tua juga harus diberi pemahaman dan diingatkan. Mudah-mudahan kampanye ini semakin luas dan berdampak,” katanya.

‎Ia menyampaikan perlunya dukungan kebijakan yang konkret untuk mengendalikan peredaran makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi, khususnya di lingkungan sekolah.

‎“Bukan sekadar sosialisasi kepada anak-anak, tapi bagaimana ada pengaturan distribusi terkait makanan-makanan yang kadar gula dan garamnya sangat tinggi,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....