DKPP Kota Bandung Gencarkan Vaksinasi Rabies dan Flu Burung hingga Tingkat RW
- 01 Mar 2026 13:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung pada tahun 2026 ini masih memfokuskan program vaksinasi pada sejumlah penyakit zoonosis, khususnya rabies dan flu burung. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari potensi penularan penyakit yang berasal dari hewan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh, mengatakan bahwa vaksinasi rabies menjadi prioritas utama, mengingat penyakit tersebut dapat menular ke manusia dan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
“Vaksinasi rabies menyasar hewan-hewan penular rabies seperti anjing, kucing, musang, dan kera. Itu menjadi fokus utama kami dalam upaya memproteksi Kota Bandung dari potensi timbulnya penyakit yang berasal dari hewan,” ujar Wilsandi, Minggu 1 Maret 2026.
Selain rabies, DKPP juga menggencarkan vaksinasi flu burung pada unggas-unggas yang dipelihara masyarakat di berbagai wilayah Kota Bandung. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran virus avian influenza yang berpotensi mengganggu kesehatan hewan ternak sekaligus berdampak pada kesehatan manusia.
Untuk meningkatkan efektivitas program, DKPP Kota Bandung menerapkan strategi intervensi langsung ke kewilayahan. Petugas turun langsung ke lokasi-lokasi yang telah dijadwalkan, dengan intensitas satu hingga dua kali dalam sepekan.
Dalam setiap kegiatan, tim tidak hanya melakukan vaksinasi rabies, tetapi juga pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh. Upaya ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit serta memastikan kondisi hewan peliharaan tetap sehat.
“Kami datang langsung ke wilayah-wilayah yang sudah dijadwalkan. Dalam kegiatan tersebut kami melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, vaksinasi rabies, termasuk penangkapan kucing liar untuk dilakukan sterilisasi sebagai bagian dari kontrol populasi dan pengendalian kesehatan hewan,” jelasnya.
Program sterilisasi kucing liar menjadi bagian penting dari pengendalian populasi hewan, sekaligus meminimalisasi risiko penyebaran penyakit di lingkungan permukiman warga.
Wilsandi menuturkan, pendekatan berbasis kewilayahan ini juga bertujuan untuk memudahkan pemetaan cakupan layanan vaksinasi. Selama ini, jumlah layanan vaksinasi setiap tahun tergolong tinggi, namun sebarannya sulit dipetakan secara rinci.
Dengan sistem terbaru, pendataan dilakukan berbasis kecamatan dan kelurahan, bahkan lebih detail hingga tingkat RW dan RT. Dengan demikian, wilayah yang sudah diintervensi maupun yang belum tersentuh program dapat teridentifikasi secara akurat.
“Sekarang kami berbasis per kecamatan atau per kelurahan, bahkan bisa lebih detail hingga tingkat RW dan RT. Di beberapa wilayah, kami juga melakukan vaksinasi door to door, terutama jika terdapat kasus gigitan atau cakaran hewan penular rabies (HPR). Di lokasi seperti itu, intervensi pasti langsung dilakukan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....