Aktivasi Bandara, Diky: Perlu Kerjasama Daerah dan Promosi agar tidak Sepi

  • 01 Mar 2026 08:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Hasil tindak lanjut audiensi Pemerintah Kota Tasikmalaya, dengan Kepala UPBU Cakrabhuwana Cirebon Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, dan hasil rapat koordinasi lanjutan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya pada 20 Februari 2026.Optimalisasi layanan transportasi udara Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya terus didorong pemerintah daerah.

Pemkot juga melakukan audiensi bersama manajemen maskapai Citilink, Rabu 25 Februari 2026 di Citilink Management Building, kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Termasuk

melakukan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jakarta guna memastikan dukungan kebijakan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengatakan, pembukaan kembali penerbangan di Bandara Wiriadinata tentunya akan sangat positif. Terlebih, jika dikaitkan dengan pengembangan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) dan pariwisata Priangan Timur.

“Tapi, kunci utama bandara kembali hidup bukan hanya soal pesawat mendarat, tetapi soal penumpang yang mau terbang,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.

Sehingga kata dia, perlu kerja sama antar pemerintah daerah di Priangan Timur dengan promosi terarah.”kita harus berperan sebagai episentrum dan menjadi kota event, dan event kita harus naik ke nasional. Kota Tasikmalaya tidak memiliki wisata alam, tapi Priangan Timur kaya akan itu,” ujarnya.

Diky juga meminta, agar pemerintah pusat dan pemerintah provinsi aktif mempromosikan akses Priangan Timur melalui jalur udara dengan Kota Tasikmalaya sebagai pintu masuknya.“Akses yang dipromosikan adalah jalur udara, yakni lewat Kota Tasikmalaya,” ucapnya.

Sementara terkait penggunaan APBD untuk untuk keberlangsungan bandara dengan anggaran besar pada kepemimpinan sebelumnya, Diky memastikan dia tidak terlibat dalam ranah teknis pembiayaan.

“ Terakhir dengan Kepala Bandara Cirebon, relatif aman dari hal tersebut. Selanjutnya itu ranah Pak Wali dan Dinas Perhubungan, bukan tupoksi saya,” ujarnya.

Ke depan, Diky juga meminta, keberlangsungan bandara tidak dibebankan kepada ASN sebagai penumpang, agar bandara tetap hidup.“ perlu strategi promosi dari pihak bandara nanti, jadi jangan dibebankan kepada ASN,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....