Menteri LH Apresiasi Program Gaslah, Bandung Dinilai Serius Tangani Sampah
- 28 Feb 2026 12:12 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah pusat memberikan apresiasi atas langkah konkret Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat penanganan sampah berbasis kewilayahan. Melalui Program Petugas pemilah dan pengolah sampah(Gaslah) dan pengolahan sampah di tingkat RW, Kota Bandung dinilai menunjukkan komitmen kuat menyelesaikan persoalan sampah dari hulu atau sumbernya.
Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau langsung pelaksanaan Program Gaslah dan pengolahan sampah di RW 19, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Sabtu 28 Februari 2026.
Dalam kunjungannya, Hanif menegaskan bahwa fondasi utama penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci agar beban pengelolaan sampah tidak sepenuhnya ditanggung di hilir, seperti tempat pembuangan akhir (TPA).
“Melalui fondasi mendasar dari pengolahan sampah ini, kami sangat percaya dengan tidak kenal lelah Pak Wali Kota terus membangun aktivitas semacam ini. Dengan aktivitas seperti ini maka penyelesaian sampah di kota bisa selesai. Tidak bisa semuanya dibebankan ke hilir,” ujar Hanif Faisol Nurofiq di Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani kota Bandung, sabtu 28 Februari 2026.
Ia menilai, langkah yang ditempuh Pemerintah Kota Bandung menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan jika dimulai dari tingkat paling dasar, yaitu warga.
Hanif juga menepis anggapan bahwa Kota Bandung tidak mampu mengelola sampah tanpa bergantung pada teknologi tertentu yang kerap diperdebatkan dari sisi dampak lingkungannya. Menurutnya, praktik di lapangan membuktikan bahwa banyak RW di Bandung telah berhasil mengolah dan menyelesaikan sampahnya sendiri.
“Ternyata Bandung bisa. Banyak RW yang mampu mengolah sampahnya dan berhasil menyelesaikan sampahnya sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri LH merupakan bagian dari tindak lanjut koordinasi intensif antara Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Lingkungan Hidup yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Menurut Farhan, komunikasi dan sinkronisasi program telah dilakukan secara berkelanjutan, mulai 14 Januari hingga pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengelolaan sampah pada 26 Februari 2026.
“Pak Menteri LH kembali hadir. Bulan lalu juga sempat hadir. Kita koordinasi terus dari 14 Januari sampai Rakornas tentang sampah sampai 26 Februari. Kita sudah selesai dan ini salah satu bentuk tindak lanjut yang sudah ditunjuk oleh Pak Menteri,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Bandung terus mendorong optimalisasi pengolahan sampah di tingkat kewilayahan melalui penguatan peran RW, edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga, serta pengembangan fasilitas pengolahan skala kecil yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
" Program Gaslah menjadi salah satu strategi utama dalam mempercepat transformasi pengelolaan sampah di Kota Bandung. Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....