Kurang Layak, Sekolah SLB Karya Bhakti Ajukan Bantuan Pembangunan RKB

  • 27 Feb 2026 21:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Kepala Sekolah SLB-C Yayasan Karya Bhakti Garut, Tintin Nurnaeni, menjelaskan bantuan yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang diperuntukkan bagi pembangunan kelas baru di lahan kosong milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang berada di lingkungan sekolah."Dari awal pengajuan kami ke pemprov jabar ya itu pembangunan kelas baru yang ada dilahan kosong tidak jauh dari sekolah kami,"katanya, di Garut, Jumat, 27 Febuari 2026.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian Yayasan Karya Bhakti, Sidi Pramono, mengonfirmasi status kepemilikan lahan dan sejarah sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1975 dengan status bangunan milik Pemerintah Kabupaten Garut."Kami sudah melakukan konfirmasi bahwa status kepemilikan lahan dan sejarah sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1975 dengan status bangunan milik Pemerintah Kabupaten Garut,"katanya.

Ia mengatakan, sekolah SLB tersebut sudah berdiri sejak tahun 1975, namun sempat berpindah-pindah, dan terakhir pada tahun 1991 hingga sekarang. Dan sempat terkena banjir bandang pada tahun 2016 lalu. "Tahun 75 berdirinya, tapi kan dulu pindah-pindah, yang terakhir ini mulai disini tahun 1991. Baru sekali terkena banjir bandang tahun 2016, parah terendam sampai 3 meter, dokumen ancur semua," ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Garut Putri Karlina mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut akan segera berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk memutuskan kelayakan lokasi pembangunan demi menjamin keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar di SLB-C Karya Bhakti."Kami akan segera melakukan kordinasi dengan BPBD terkait kelayakan sekolah SLB dan tanah yang akan dijadikan pembangunan RKB SLB tersebut,"ujarnya.

Sebagai solusi alternatif, jika hasil kajian BPBD menyatakan lokasi tersebut terlalu berisiko, Putri menawarkan opsi relokasi ke tempat lain yang sudah memiliki bangunan existing milik pemerintah, sehingga lebih aman dan layak. "Kalau misalnya bencana kan tadi kita berbicara nyawa manusia, apalagi anak-anak. Takutnya lagi begini ada apa-apa kan gak boleh," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....