Segitiga Rebana, Subang Fokus pada Industri dan Pelabuhan
- 27 Feb 2026 19:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni, menghadiri Undangan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, bertempat di Aula Gemah Ripah Gedung Sate Jl. Diponegoro No. 22 Kota Bandung, Kamis 26 Februari 2026. Undangan Gubernur Jawa Barat kali ini, berkaitan dengan Capaian Pembangunan Koridor Ekonomi Masa Depan Jawa Barat pada 2025-2026, yang berfokus pada kawasan Rebana, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Realisasi Investasi pada 2025, Jawa Barat mencatatkan investasi Rp 296,8 triliun atau 109,9 persen dari target, menjadikannya Provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.
Dalam pertemuan kali ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan beberapa agenda diantaranya, Kesepakatan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan kabupaten/kota dan mitra di wilayah Rebana, Komitmen bersama tentang pencegahan dan penertiban pertambangan tanpa izin atau Ilegal di wilayah Jawa Barat, Pakta integritas pelaksanaan usaha pertambangan, Kesepakatan bersama tentang kerja sama pengelolaan sampah di tempat pengolahan kompos Sarimukti, dan kesepakatan bersama tentang penanganan dan pengelolaan sampah regional berkelanjutan di Jawa Barat.
| Baca juga: Perang Sarung Marak Polisi Edukasi Warga |
Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana Helmy Yahya menyampaikan, capaian pembangunan koridor ekonomi merupakan masa Di depan Jawa Barat. Selain hal diatas, Helmy Yahya juga menjabarkan, Kawasan Metropolitan Rebana di Jawa Barat, mencakup 7 kabupaten/kota yang difokuskan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri dan logistik.
"Daerah-daerah tersebut, meliputi Kabupaten Subang fokus pada industri dan Pelabuhan Patimban. Indramayu fokus pada industri dan pertanian. Majalengka Pusat industri dan BIJB Kertajati. Sumedang Penyangga infrastruktur, Kuningan Potensi pengembangan wilayah, Kabupaten Cirebon Pusat industri dan logistik, dan Kota Cirebon Simpul perdagangan dan jasa", ungkap Helmy Yahya.
Kawasan ini didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021, untuk mempercepat pembangunan ekonomi di Jawa Barat bagian utara. Perpres tersebut diimplementasikan ke dalam lima agenda yang di bahas bersama dalam. Pertemuan ini.
"Rebana ini proyeksi ekonomi yang sangat luar biasa, satu-satunya Provinsi yang punya rebana kita Jawa Barat. Tugas kami menguatkan setiap kepala daerah di Rebana, supaya kedepan bisa lebih terlibat, dan BUMD nya bisa terjalin kerjasama dengan Rebana", ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi menyampaikan, Rebana merupakan kawasan strategis yang terintegrasi dengan tol, dengan bandara dan sektor-sektor lain, yang akan menumbuhkan ekonomi di Jawa Barat. Berkaitan dengan tambang, Kang Dedi Mulyadi akan merubah perekonomian masyarakat sekitar tambang, agar anak-anak sekitar bisa sekolah, masyarakat memiliki rumah yang layak, dan infrastrukturnya yang lebih baik lagi.
"Saya akan anti tambang, jika tambang dinikmati oleh sebagian orang. Seluruh pegawai tambang harus di asuransi, baik kesehatan maupun kecelakaan kerja," tegas KDM.
Selain hal diatas, Gubernur Jawa Barat membahas, yang berkaitan dengan pengelolaan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy), melalui proses pembakaran (insinerasi). Karena selama ini, sampah hanyalah sampah, belum seutuhnya dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.
"Kita punya jalan yang bagus, Industri yang bagus, tambang yang pengelolaannya berjalan dengan baik, Pembangunan yang satu sama lain, simbiosis mutualisme atau masyarakat Jawa Barat menyebutnya dengan siliwangi (silih asah, silih asih, silih asuh)," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini juga turut hadir Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Bupati/Walikota, Pimpinan BUMD/BUMN, Pimpinan Muhamadiyah, serta para pengusaha dari Negeri Tiongkok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....