Tiga Perguruan Tinggi Turunkan Ratusan Mahasiswa KKN untuk Program Gaslah
- 27 Feb 2026 14:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak tiga perguruan tinggi di Kota Bandung menerjunkan 750 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang difokuskan pada program Gaslah (Petugas pemilah dan pengolah sampah). Program ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah dalam memperkuat edukasi serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa para mahasiswa akan ditempatkan di berbagai kelurahan dengan skema dua hingga tiga orang di setiap wilayah. Mereka akan berperan aktif dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta penguatan sistem pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
“Total ada 750 mahasiswa. Di setiap kelurahan akan ditempatkan dua sampai tiga orang. Mereka akan membantu menyukseskan program Gaslah di lapangan,” ujar Farhan, Jumat 27 Februari 2026.
Menurut Farhan, keterlibatan mahasiswa KKN diharapkan mampu mempercepat perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Selain itu, pendekatan akademis yang dibawa mahasiswa juga dinilai dapat memberikan solusi inovatif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga memaparkan perkembangan rencana pengolahan sampah regional. Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat dua skema yang sedang dipertimbangkan pemerintah.
Skema pertama berkaitan dengan proyek Legok Nangka yang prosesnya dinilai membutuhkan waktu relatif lama. Karena itu, Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan alternatif skema baru yang akan diajukan kepada Danantara dengan kapasitas lebih kecil.
“Iya, tapi kan skemanya sudah berbeda sekarang. Skema yang kita miliki ada dua. Skema pertama Legok Nangka agak lama, maka kita sedang menunjukkan skema baru ke Danantara dengan kapasitas yang lebih kecil, maksimum 1.000 ton,” jelasnya.
Skema baru tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi beban sampah yang selama ini ditangani di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional.
Farhan menambahkan, pemerintah juga akan melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah lahan yang berada di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Peninjauan ini akan dilakukan bersama Menteri terkait guna memastikan kesiapan lokasi apabila skema baru tersebut disetujui.
“Dari Bandung Barat, dari Kabupaten Bandung, maka kami bersama Pak Menteri akan langsung melakukan peninjauan. Apabila menurut Pak Menteri, ‘Oke, lahannya kayaknya bagus nih,’ maka saya akan langsung sosialisasi kepada Pak Gubernur, kepada Pak Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, dan Cimahi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, koordinasi lintas daerah menjadi kunci keberhasilan program pengolahan sampah regional. Jika nantinya masuk ke dalam skema Danantara, Pemerintah Kota Bandung siap mempercepat proses komunikasi dan sosialisasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota terkait.
“Kalau masuk ke skema Danantara, yang penting kita siap berkoordinasi dan memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....