Farhan Rapat Dengan Menteri LH, Perjuangkan Legitimasi PSLL
- 27 Feb 2026 14:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan hasil pertemuannya bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI terkait penguatan sistem pengolahan sampah di Kota Bandung, termasuk upaya mendapatkan legitimasi untuk program Pengolahan Sampah Lokal Berbasis Lahan (PSLL).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pelaporan program pengolahan sampah hingga koordinasi pemanfaatan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti agar sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Hasil pertemuan dengan Menteri LH terkait pengolahan sampah adalah untuk mendapatkan legitimasi PSLL. Kemudian juga membahas koordinasi pemanfaatan TPS Sarimukti sesuai dengan aturan hukum yang ada,” ujar Farhan, Jumat 27 Februari 2026.
Farhan menjelaskan, selama dua hari dirinya berdiskusi langsung dengan Menteri LH, didampingi Direktur Pengelolaan Sampah dan Limbah serta Deputi Penegakan Hukum dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Bandung menyampaikan laporan menyeluruh terkait langkah-langkah konkret penanganan sampah yang telah dan sedang dijalankan.
Menurut Farhan, Menteri LH berencana turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian laporan dengan kondisi riil. Jika sesuai jadwal, kunjungan tersebut akan dilakukan bersama Menteri Pertanian.
“Pak Menteri sebetulnya ingin langsung mengecek. Insyaallah jika tidak ada perubahan, besok Pak Menteri LH dan Menteri Pertanian akan melihat langsung apa yang kami laporkan, agar sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Keterlibatan Menteri Pertanian bukan tanpa alasan. Farhan menyebut, sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan pengolahan sampah berbasis sirkular, terutama dalam mendukung urban farming dan ketahanan pangan di perkotaan.
“Menteri Pertanian ingin melihat seberapa besar kemungkinan urban farming bisa menjadi bagian dari ketahanan pangan. Ini bisa terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik,” jelasnya.
Selain itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Mendikti Saintek) juga turut membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Dalam pertemuan tersebut, hadir tiga rektor dari kampus besar di Bandung, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Islam Bandung, dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyusun konsep KKN tematik pengelolaan sampah yang rencananya mulai diterapkan pada Juni mendatang. Mahasiswa yang menjalani KKN di Kota Bandung akan dilibatkan sebagai petugas penggerak gerakan pengolahan sampah berbasis kawasan.
“Wacananya, KKN mahasiswa di Kota Bandung akan menjadi bagian dari petugas gaslah. Ini bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung telah memiliki sejumlah program yang dapat diintegrasikan dalam skema pengelolaan sampah terpadu dan ekonomi sirkular, seperti Sirkular Bandung Utama, Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), Buruan Sae, dan Dapur Dasyat.
Program-program tersebut dinilai dapat saling terhubung dalam satu ekosistem, mulai dari pengurangan sampah di sumbernya, pemanfaatan sampah organik untuk urban farming, hingga penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
“Semua program itu akan kita sambungkan dalam satu konsep besar. Nanti akan kita presentasikan bagaimana integrasinya, sehingga pengelolaan sampah tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari sistem ketahanan pangan dan ekonomi sirkular kota,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....