Penanganan Paska Banjir Fokus Perbaikan Tanggul dan Infrastruktur

  • 26 Feb 2026 22:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Pemkab Subang gelar Rapat Tindak Lanjut Persiapan Penanganan Tanggul Jebol Dampak Banjir Pantura. Rapat tersebut membahas langkah percepatan penanganan tanggul-tanggul yang jebol, akibat banjir di wilayah Pantura, serta koordinasi lintas perangkat daerah, dalam upaya pemulihan pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Subang Rahmat Effendi menyampaikan, langkah konkret penanganan tanggul segera dipastikan berjalan. Ia juga menjelaskan, pemanfaatan donasi dari Raffi Ahmad, akan difokuskan untuk mendukung penanganan pascabanjir, khususnya pada perbaikan infrastruktur yang terdampak.

"Hari ini, Pemkab Subang mengambil langkah konkret penangan paska banjir Pantura, dengan memfokuskan perbaikannya infrastruktur dan perbaikan tanggul yang jebol akibat banjir, dengan memanfaatkan donasi dari Raffi Ahmad, yang jumlahnya mencapai Rp 500 juta," ungkap Rahmat Effendi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni menyampaikan apresiasi, dan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran di lapangan, khususnya dalam penanganan banjir yang terjadi pada pertengahan Januari hingga awal Februari 2026 lalu. Sekda menegaskan, meskipun banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun tetap meninggalkan dampak signifikan, terhadap infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat.

Ia menyebut, fokus penanganan tanggul dilakukan pasca pencabutan status tanggap darurat pada tanggal 6 Februari 2026 lalu. Setelah memasuki fase pemulihan, perhatian diarahkan, khususnya pada perbaikan infrastruktur yang terdampak.

"Kami memastikan rekontruksi paska banjir Pantura, baik itu perbaikan tanggul-tanggul yang jebol dan infrastruktur yang rusak akibat banjir tersebut, dipastikan berjalan dengan baik," tegas Asep Nuroni.

Menurutnya, kehadiran pemerintah, harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, melalui forum rapat tersebut, dilakukan tindak lanjut, atau langkah-langkah konkret, untuk mempercepat proses pemulihan.

"Adapun fokus pembahasan dalam rapat, meliputi akselerasi penanganan fisik, terutama pada titik-titik rawan di sepanjang jalur sungai Cipunagara, dan Ciasem," terangnya.

Percepatan penanganan tanggul jebol, lanjut dia, menjadi prioritas utama. Mengingat dampaknya yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas warga di wilayah terdampak.

"Fokus utama perbaikan infrastruktur, yang bersentuhan langsung dengan keselamatan, dan aktivitas warga di daerah terdampak," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....