Gaslah Maleer Kota Bandung Olah Hampir 1 Ton Sampah per Hari
- 24 Feb 2026 15:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Upaya pengelolaan sampah berbasis kewilayahan di Kota Bandung terus diperkuat. Salah satunya terlihat di Kantor Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, yang mampu mengolah hampir satu ton sampah per hari melalui program Petugas pemilah dan pengolah sampah (Gaslah).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengapresiasi kinerja para petugas dan relawan yang terlibat dalam pengolahan sampah di wilayah tersebut.
“Mengenai pengolahan sampah di sini, bagus-bagus saja. Tadi saya bertemu dengan 12 orang Gaslah, itu baru Gaslah. Karena di sini ada Gaslah, ada sampah biasa, ada Gober. Gaslah per hari bisa mencapai hampir 1 ton. Per orang, antara 70–80 kilogram yang terolah dengan baik,” ujar Farhan di Kantor Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Selasa 24 Februari 2026.
Menurutnya, sistem pengolahan yang berjalan di Maleer menunjukkan kolaborasi yang baik antara petugas kebersihan, penggerak lingkungan, dan masyarakat. Program Gaslah dinilai efektif dalam mengurangi beban sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.
Dalam satu hari, setiap petugas Gaslah rata-rata mampu mengolah 70 hingga 80 kilogram sampah. Dengan jumlah personel mencapai 12 orang, total sampah yang tertangani bisa mendekati satu ton per hari. Capaian ini dinilai signifikan dalam mendukung target pengurangan sampah Kota Bandung.
Namun demikian, Farhan mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang belum memiliki fasilitas pengolahan sampah memadai di tingkat kelurahan maupun RW. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung untuk segera dicarikan solusi.
“Saya akan meninjau beberapa daerah yang kelurahannya tidak punya tempat pengolahan sampah. Itu yang mesti kita cari solusinya. Misalnya, ada satu RW, RW 7 kalau tidak salah, punya lahan tapi belum dimanfaatkan,” ungkapnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkot Bandung berencana memanfaatkan lahan tidur tersebut tidak hanya sebagai lokasi pengolahan sampah, tetapi juga dikembangkan menjadi Ruang Terbuka Hijau Biru Publik (RTHB).
“Nanti kita akan bikin lahannya sekaligus jadi ruang terbuka, namanya RTHB, Ruang Terbuka Hijau Biru Publik. Tidak hanya hijau saja,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....