Survei INSTRAT: Mayoritas Warga Puas Kinerja Pemkot Cimahi Setahun Terakhir
- 23 Feb 2026 13:47 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Setahun setelah pelantikan pimpinan daerah pada Februari 2025 mayoritas masyarakat Kota Cimahi menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah daerah. Temuan itu terungkap dalam survei yang dilakukan Indonesia Strategic Institute (INSTRAT) pada 12–15 Februari 2026.
Dalam keterangan tertulis yang diterima RRI pada Senin 23 Februari 2026, survei melibatkan 450 responden yang mewakili seluruh kelurahan di Kota Cimahi.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 4,57 persen. Hasil survei menunjukkan tingkat pengenalan publik terhadap kepala daerah relatif tinggi.

Sebanyak 92 persen responden mengenal nama Ngatiyana dan 89,6 persen mengenal Adhitia Yudistira. Namun, ketika ditanya apakah mengetahui keduanya sebagai wali kota dan wakil wali kota saat ini, angkanya sedikit lebih rendah, masing-masing 79 persen dan 75,6 persen.
Secara umum, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Cimahi mencapai 82,7 persen. Sementara 9,8 persen menyatakan tidak puas dan 7,5 persen tidak memberikan jawaban.
Penilaian terhadap kinerja pemerintah saat ini dibandingkan periode sebelumnya juga cenderung positif. Sebanyak 76,9 persen responden menilai kondisi semakin baik, 17,3 persen menilai tidak ada perubahan signifikan, dan 0,7 persen menilai semakin buruk.
Adapun responsivitas pemerintah dinilai semakin baik oleh 76,7 persen responden, sedangkan 21,7 persen menilai sama saja dan 1,6 persen menilai menurun.
Tingkat kepuasan terhadap kinerja wali kota tercatat 85,6 persen, dengan 5,8 persen tidak puas dan 8,6 persen tidak menjawab. Sementara kepuasan terhadap kinerja wakil wali kota mencapai 89,6 persen, dengan 4,9 persen tidak puas dan 5,5 persen tidak menjawab.
Meski tingkat kepuasan relatif tinggi, masyarakat tetap menyampaikan sejumlah masukan. Beberapa di antaranya peningkatan penyebaran informasi program pemerintah, perluasan kesempatan kerja, penanganan isu lingkungan seperti sampah dan banjir.
Penguatan UMKM berbasis pemberdayaan perempuan, layanan bagi kelompok rentan. Penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda, perluasan akses layanan kesehatan melalui klinik keliling, serta peningkatan beasiswa pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....