Polres Cianjur Tegas Tindak Pelaku Perang Sarung
- 20 Feb 2026 16:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur - Kepolisian Resor (Polres) Cianjur menegaskan komitmennya untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku perang sarung selama bulan suci Ramadan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.
Fenomena perang sarung di wilayah Kabupaten Cianjur diketahui bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, aksi yang kerap melibatkan anak-anak hingga remaja itu berulang setiap Ramadan dan berpotensi memicu gangguan keamanan.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, mengatakan seluruh jajaran, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, telah diinstruksikan untuk meningkatkan patroli rutin pada malam hari. Patroli dilakukan sejak selepas tarawih hingga menjelang waktu sahur guna mencegah potensi terjadinya perang sarung.
“Seluruh Polsek telah diinstruksikan untuk gencar melaksanakan patroli malam guna mencegah perang sarung. Apabila ditemukan adanya unsur pidana, para pelaku akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Alexander Yurikho Hadi, Jumat 20 Februari 2026.
Ia menegaskan, aparat kepolisian tidak akan ragu menindak tegas apabila dalam praktiknya ditemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan atau tindak pidana lainnya. Menurutnya, perang sarung yang awalnya dianggap sebagai tradisi kerap berkembang menjadi aksi yang membahayakan.
Selain penindakan, Polres Cianjur juga mengedepankan langkah preventif sebagai strategi utama. Upaya pencegahan dilakukan dengan membubarkan kelompok anak-anak atau remaja yang kedapatan berkumpul hingga larut malam.
“Jika kami menemukan kelompok anak-anak atau remaja berkumpul pada malam hari tanpa tujuan jelas, petugas akan langsung memberikan imbauan agar mereka segera kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Kapolres menilai, meski perang sarung kerap disebut sebagai tradisi Ramadan, praktik di lapangan sering kali menimbulkan kerugian, baik bagi pelaku maupun masyarakat sekitar. Tidak jarang, sarung diisi benda keras yang dapat melukai peserta maupun warga lainnya.
Karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk turut mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aktivitas tersebut. “Lebih baik hindari perang sarung. Mari sambut dan jalani bulan Ramadan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat demi menjaga kamtibmas di Kabupaten Cianjur,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....