MBG, Langkah Pemerintah Pangkas Permasalahan Gizi di Masyarakat
- 20 Feb 2026 14:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur - Stunting dan malnutrisi menjadi salah satu permasalahan yang sedang fokus dibenahi oleh pemerintah. Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kebijakan baru pemerintah yang bertujuan untuk memberikan penguatan gizi yang tepat dan seimbang ke masyarakat.
Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Yayasan Nurul Falah, Pesawahan, Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur, pada Sabtu 14 Februari 2026 lalu. Acara sosialisasi program MBG yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan warga setempat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfah menyampaikan komitmen penuh pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah gencar disosialisasikan. Komisi IX DPR RI bermitra ke salah satu mitranya yakni Badan Gizi Nasional yang akan menjalankan dan mengawasi program MBG.
“Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah dalam rangka mengurangi bahkan menghilangkan stunting agar generasi kita di masa yang akan datang menjadi generasi emas, generasi unggul, generasi tangguh, cerdas, sehat, oleh karena itu maka asupan gizi nya tentu harus dipenuhi,” ucap Neng Eem dalam rilisnya yang diterima RRI Jumat 20 Februari 2026.
Selain memberikan makan bergizi, program Makan Bergizi Gratis juga berdampak terhadap perekonomian dimasyarakat. Transaksi - transaksi ekonomi akan berjalan di basis tempat dimana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibangun.
“Usaha kecil menengah mikro, ikut menyuplai di dapur-dapur sekitar, mulai dari menyuplai sayur-sayuran, telur, ikan juga buah-buahan sehingga menumbuhkan perekonomian di masyarakat wilayah tersebut,” tambah Neng Eem.
Program Makan Begizi Gratis menjadi solusi untuk mengatasi terkait permasalahan stunting di masyarakat. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.