Rakean Galuh Pakuan, Mendapat Mandat Tingkatkan Ekonomi Pedesaan

  • 16 Feb 2026 14:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang : Dalam dinamika pembangunan nasional, jarang ditemukan figur yang bergerak luwes antara ruang adat, forum internasional, dan meja strategi investasi. Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala adalah salah satu pengecualian itu.

Pada 14 Februari 2026, dalam forum HUT ke-1 dan Rapat Koordinasi Nasional APUDSI di Jakarta, Bezie kembali dipercaya mengemban mandat sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang II, Peningkatan Ekonomi Perdesaan di Majelis Kesejahteraan Nasional Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia. Keputusan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan.

Ia merupakan kelanjutan dari rekam jejak yang terbukti. Tahun sebelumnya, saat memimpin Bidang Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Desa, Bezie mendorong transformasi pendekatan organisasi, dari program pelatihan seremonial menuju desain penguatan kapasitas, yang berbasis kebutuhan riil pasar.

"Pelatihan vokasi dihubungkan dengan rantai distribusi. Kepemimpinan desa, diperkuat dengan jejaring nasional. SDM diposisikan sebagai fondasi ekonomi, bukan sekadar objek pembinaan," ungkap Bezirk kepada RRI di Subang, Senin 16 Februari 2026.

Kini, fokusnya bergeser, jika fondasi telah diperkuat, maka mesin pertumbuhan ekonomi desa harus dinyalakan. Maka dari itu, menurutnya, sistem ekonomi nasional dan global, menjadi sasaran utamanya.

“Desa tidak boleh berhenti di tahap pemberdayaan. Desa harus masuk ke sistem ekonomi nasional dan global sebagai pelaku utama,” ujarnya.

Di level internasional, ia tampil sebagai host, dan moderator dalam berbagai forum global, termasuk memoderatori Sidang Utama Muktamar Sufi Internasional, serta forum lintas negara yang mempertemukan pelaku usaha, pemimpin komunitas, dan pengambil kebijakan. Peran tersebut menempatkannya dalam percakapan strategis global, sekaligus memperluas jaringan ekonomi Indonesia di luar negeri.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Direktur termuda Radio PPI Dunia, memimpin siaran pemuda Indonesia di lebih dari 32 negara. Pengalaman itu, membentuk kapasitas komunikasi lintas budaya dan diplomasi publik, yang kini menjadi modal penting dalam membangun jejaring perdagangan desa.

Di tingkat komunitas, Bezie pernah memimpin Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Kabupaten Subang, mengonsolidasikan penguatan ekonomi berbasis nilai sosial, dan jaringan keumatan. Dari sana, ia memahami denyut ekonomi akar rumput, bagaimana UMKM bertahan, bagaimana komoditas desa bergerak, dan bagaimana hambatan akses pasar seringkali menjadi persoalan utama.

Dalam sektor investasi, Bezie menjabat sebagai General Manager di LDN Capital, memimpin strategi pengembangan aset riil dan agrikultur, dengan pendekatan keberlanjutan. Di sana, ia terlibat dalam perancangan struktur pembiayaan yang memungkinkan proyek berbasis komoditas, dan komunitas memperoleh dukungan modal yang terukur dan bertanggung jawab.

Di Nuscorp, ia turut menyusun blueprint penguatan ekonomi desa, dalam kerangka global value chain, termasuk inisiatif perdagangan dan investasi yang menjembatani produk desa Indonesia, dengan pasar Eropa. Model yang dikembangkan tidak lagi berbasis bantuan, melainkan integrasi sistemik, antara produksi, pembiayaan, dan akses pasar.

“Ekonomi desa tidak bisa dibangun dengan pendekatan karitatif. Ia harus dirancang sebagai sistem. Produksi, pembiayaan, dan distribusi harus terhubung. Jika rantai nilainya utuh, desa akan berdaya secara mandiri,” tegas dia.

Mandat baru ini hadir dalam konteks nasional, yang menuntut penguatan ekonomi berbasis wilayah. Desa bukan lagi sekadar ruang geografis, melainkan simpul produksi, inovasi, dan ketahanan pangan serta komoditas.

Dengan pengalaman yang membentang dari komunitas lokal, hingga panggung internasional, Bezie memasuki peran barunya, dengan satu garis besar visi menghubungkan desa dengan dunia, tanpa kehilangan akar kulturalnya. Di tengah pergeseran ekonomi global, penguatan ekonomi perdesaan Indonesia, kini tidak hanya membutuhkan program, tetapi kepemimpinan yang memahami sistem. Mandat 2026 itu, setidaknya, memberi sinyal, bahwa arah tersebut sedang dibangun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....