Masalah Sampah, Pemkot Bandung Diminta Lebih Serius

  • 15 Feb 2026 23:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Aktivis Sosial Kontrol, Ridwan Femi meminta Pemerintah Kota Bandung lebih serius mengatasi masalah persampahan. Ridwan sempat mendengar tagline kampanye jika sampah hari ini bakal habis hari ini juga, namun, faktanya Kota Bandung masih darurat sampah.

"Setelah saya pelajari, potensi sampah di Kota Bandung itu sampai 1.500 hingga 1.600 ton per hari, itu yang tercatat. Sementara yang tidak tercatat saya yakin lebih dari itu," tutur Ridwan Femi Minggu 15 Februari 2026.

Sementara, kuota sampah di Kota Bandung itu tidak bisa mencukupi untuk dibuang ke TPAS Sarimukti Kabupaten Bandung Barat. Alhasil, masih ada penumpukan sampah di Kota Bandung.

"Sampah ini disimpan di Triseda, di TPS hingga mobil supaya bisa memanajemen pembuangan ke TPAS Sarimukti," jelas Ridwan. Ridwan menuturkan, saat ini Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memiliki program Gaslah dengan merekrut relawan di setiap RW.

Anggaran yang dikeluarkan, kata Ridwan, gak main-main yakni Rp.23 miliar per tahun.

"Yang saya tanyakan ketika Gaslah ini berhasil di pilah jadi sampah organik dan non organik, mau dibuang kemana? Kalau misalnya sampah non organik dilakukan dengan mesin Gibrig dulu itu mesin gibrig 4 sekarang 16 ini tidak aktif semua, sehari cuma bisa 180 ton," tutur Ridwan.

Sementara, lanjut Ridwan, program Magotisasi yang sudah berjalan itu dinilai efektif. Bahkan menjadi nilai ekonomis buat warga sekitar.

"Kalau misalnya (magotisasi) disimpan di tiap RW maka permasalahan sampah ini bisa cepat selesai," jelas Ridwan. Ia juga mengungkapkan, Pemkot Bandung saat ini punya 4 Vendor yang bisa mengolah sampah.

Dia berharap Vendor tersebut bisa dimaksimalkan. "Lalu bagaimana dengan PT Bril yang dari tahun 2013 itu kontrak pemenang lelang tender yang katanya mampu 700 ton sampai 1150 ton sehari menghabiskan dan menyelesaikan sampah?", tanya Ridwan.

"Nah sekarang mohon pak wali di zaman pak wali PT Bril ini mohon dikondusifkan bagaimana hubungan komunikasi baiknya dengan perusahaan," jelasnya. Ridwan yakin banyak para pengusaha yang telah berhasil membuat mesin RDF tanpa insenerator.

Jika Pemkot Bandung serius menanggulangi atau memanggil perusahaan yang bekerjasama dengan Pemkot Bandung, Ridwan yakin bisa dimaksimalkan tanpa harus mengeluarkan anggaran APBD. "Pemkot Bandung ini punya lahan di Gedebage yang ini bisa dimaksimalkan untuk mesin RDF, tidak perlu harus mengeluarkan anggaran dari APBD bapak tinggal memberikan izin saja," tuturnya.

Ridwan juga mempertanyakan kinerja dari DLHK Kota Bandung. Pasalnya, hingga saat ini sampah masih berserakan di Kota Bandung.

"Pak Wali tolong DLHKnya coba di cek yang saya tahu bukan tim lama ini kan tim baru. jadi tolong profesionalismenya di cek lagi dan dievaluasi," pintanya. Ridwan menyampaikan pernyataan para ahli sampah di Kota Bandung ini bisa Zero Waste, jika ternyata Wali Kota Bandung benar-benar serius menanggulangi kasus sampah ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....