Kondisi Jalan Nasional Rusak dan Berlubang, Picu Kecelakaan

  • 13 Feb 2026 14:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur - Kondisi Jalan Nasional Lingkar Selatan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikeluhkan para pengguna jalan akibat banyaknya lubang dan permukaan jalan yang bergelombang. ‎Jalur tersebut merupakan akses utama kendaraan dari arah Bandung menuju Sukabumi maupun sebaliknya. Kerusakan jalan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua, serta kerap memicu kecelakaan dan kerusakan kendaraan. ‎Ujang Sutisna, sopir angkutan air, mengaku kondisi jalan rusak sudah berlangsung sekitar lima hingga enam bulan tanpa perbaikan berarti.

‎“Jalan berlubang dan bergelombang ini sangat membahayakan pengguna jalan. Sudah sering terjadi kecelakaan, terutama pengendara motor. Kendaraan saya juga jadi cepat rusak,”kata Ujang, Jumat 13 Pebruari 2026.

Ia menambahkan, kerusakan terlihat dari permukaan jalan yang retak dan berlubang besar di beberapa titik. Bahkan, hanya sebagian kecil ruas jalan yang masih layak dilalui dengan aman.

‎Selain itu kata Ujang, sampai velg dan baut roda menjadi bagian kendaraan yang paling cepat mengalami kerusakan akibat sering melintasi jalan tersebut. Kondisi itu berdampak langsung terhadap pekerjaannya karena biaya perawatan kendaraan meningkat dan penghasilan menjadi kurang maksimal.

‎Sebagai sopir angkutan air, Ujang hampir setiap hari melewati jalur tersebut. Ia menilai jalan sudah tidak cukup kuat menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

‎Ia pun mengkhawatirkan kondisi tersebut menjelang bulan suci Ramadan dan arus mudik Lebaran. ‎“Apalagi menjelang mudik, jalur ini biasanya ramai. Kalau tidak segera diperbaiki, sangat berbahaya bagi pemudik,”ujarnya

‎Keluhan serupa disampaikan Asep Nurdian, warga sekitar. Ia menilai kerusakan jalan semakin parah dalam dua pekan terakhir, terutama saat musim hujan.

‎“Pengendara sering menghindari lubang dengan pindah ke tengah atau ke pinggir jalan. Itu yang membuat rawan tabrakan. Sudah ada beberapa yang jatuh, kebanyakan pengendara motor,” ungkapnya.

‎Menurut Asep, kondisi semakin berbahaya pada malam hari karena minimnya penerangan jalan umum di sejumlah titik. ‎“Kalau malam hari gelap sekali. Lubang tidak terlihat jelas, apalagi kalau tergenang air saat hujan. Itu sangat berisiko,” tambahnya.

‎Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suandi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait kondisi sarana dan prasarana jalan yang rusak di sejumlah titik.

‎Ia menyebut sejak hari pertama bertugas di Cianjur, pihaknya langsung melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mendorong percepatan perbaikan jalan, termasuk yang sempat viral di kawasan Tugu Gentur.

‎“Kami sudah melakukan koordinasi agar perbaikan jalan bisa segera ditindaklanjuti secara menyeluruh,”tegasnya

‎Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengendara roda dua, untuk lebih berhati-hati saat melintas, terlebih saat hujan turun karena lubang jalan kerap tertutup genangan air.

‎Polisi berharap perbaikan segera dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama menjelang arus mudik yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan di jalur tersebut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....