Reynaldi Tegetkan Proses Pengadaan selesai Juni 2026

  • 13 Feb 2026 11:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Pemkab Subang menggelar kegiatan Input Serentak Rancangan Umum Pengadaan (RUP) ke dalam Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Tahun 2026, serta Sosialisasi Pengetahuan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), yang melaksanakan tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Oman Syahroni, Pemda Subang, Kamis 12 Februari 2026. Bupati Subang Reynaldi mengingatkan, hari ini masyarakat ingin segalanya serba cepat, namun tetap dalam proses, dan koridor yang berlaku. Bupati menuturkan 100 persen input SIRUP, menjadi wujud nyata semangat Ngabret.

"Hari ini masyarakat mengharapkan pelayanan yang cepat. Hari ini lapor, hari ini harus ditindaklanjuti. Tapi semuanya butuh proses, tapi sedikit demi sedikit kita buktikan,” jelas Reynaldi.

Dia menargetkan, seluruh OPD khususnya Dinas PUPR, untuk segera menyelesaikan proses pengadaan, sehingga rencana pembangunan infrastruktur dapat segera dipercepat pelaksanaannya. Ia juga mewanti-wanti, pekerjaan rumah terkait infrastruktur, masih menjadi prioritas utama. Bahkan dirinya mengaku, di awal tahun, masyarakat telah menagih jalan leucir yang Ia janjikan.

"Saya targetkan seluruh OPD, khususnya PUPR bulan Juni sudah selesai pengadaan, sehingga di perubahan nanti, kalau ada dana segar, bisa langsung diimplementasikan. Jangan seperti 2025 lalu, di Desember serapan anggaran masih 6 persen. Di awal tahun sudah ditagih jalan, jadi tolong jangan sampai tertunda lagi, agar masyarakat segera merasakan pembangunan," tegasnya

Di hadapan seluruh KPA dan PPK Kabupaten Subang, ia menegaskan, proses lelang dan pengadaan akan dilaksanakan sesuai mekanisme, dan ketentuan yang berlaku, tanpa intervensi pihak mana pun, sehingga pemenang yang terpilih benar-benar berdasarkan kualitas, dan kompetensi terbaik. Kembali bUpati menegaskan, tidak boleh ada lagi keterlambatan pengadaan, yang berakibat pada terlambatnya pembangunan.

"Saya tidak ingin ada konflik kepentingan termasuk orang terdekat saya. Saya tegaskan, silakan lakukan sesuai aturan, tidak perlu takut atau risau. Kalau ada orang mengatasnamakan Saya, silakan tolak saja. Saya tidak pernah menitipkan orang satu pun ke bagian ULP. Mau keluarga Saya, mau siapapun, ikuti prosesnya tanpa perlu jadi prioritas. Lakukan semua proses lelang barang jasa sesuai aturan. Yang menang ya yang paling baik, bukan yang dekat dengan Bupati," tandas Bupati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....