Munggahan Selalu Menjadi Tradisi Jelang Ramadhan
- 11 Feb 2026 21:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Munggahan adalah tradisi masyarakat Muslim, khususnya di Jawa Barat (Sunda), untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan berkumpul bersama keluarga, makan bersama (botram), saling bermaafan, dan berdoa, yang dilakukan pada akhir bulan Sya'ban. Secara etimologi, berasal dari kata Sunda "munggah" yang berarti naik, dimaknai sebagai persiapan diri secara spiritual dan mental untuk naik ke derajat yang lebih suci di bulan Ramadan.
Tujuan nya sendiri lebih sering mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadhan dan sekaligus memper erat tali silaturahmi.Tradisi menyambut bulan Ramadan ini mempunyai banyak ragam kegiatan, seperti ziarah kubur, mandi puasa, dan makan bersama. Intinya, munggahan telah menjadi momen penting yang dapat mempererat hubungan antara anggota keluarga, tetangga atau komunitas. Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga: Subang, Tuan Rumah Penyerahan Aset Sitaan KPK
Tradisi munggahan penuh dengan makna spiritual dan filosofi yang mendalam. Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam tradisi menyambut bulan Ramadan ini mencerminkan nilai-nilai religius dan kebersamaan. Berikut adalah beberapa aktivitas yang umum dilakukan saat munggahan.
1. Ziarah Kubur
Salah satu kegiatan yang sering dilakukan dalam munggahan adalah ziarah kubur. Keluarga biasanya mengunjungi makam leluhur atau orang tua untuk berdoa dan membersihkan makam. Ziarah kubur ini juga bisa menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
2. Mandi Puasa Ramadan
Mandi puasa Ramadan tergolong sebagai salah satu ibadah sunah sebelum memasuki bulan suci. Ibadah ini dilakukan untuk membersihkan tubuh secara fisik sekaligus sebagai niat membersihkan hati sebelum berpuasa. Umumnya, mandi ini dilakukan sebelum memasuki malam pertama bulan Ramadan.
3. Memohon Maaf ke Orang Sekitar
Munggahan adalah momen yang tepat untuk meminta maaf kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Momen bermaaf-maafan ini bertujuan untuk menghilangkan segala kebencian sebelum memasuki bulan yang penuh dengan ampunan.
Selain itu, tradisi ini juga membantu memperkuat hubungan sosial serta menciptakan atmosfer yang lebih damai dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Anda juga bisa merasa sedikit lega karena telah mengucapkan permintaan maaf dengan tulus ke orang-orang terdekat.
4. Makan Bersama dan Berdoa
Makan bersama menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi munggahan. Keluarga atau komunitas tertentu biasanya akan mengadakan acara makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan Ramadan.
Umumnya, acara makan bersama ini juga dilakukan oleh banyak komunitas di panti asuhan. Acara ini juga biasanya diikuti dengan berdoa bersama untuk memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
5. Bersedekah dan Berbagi Sembako
Selain makan bersama, munggahan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan bersedekah dan berbagi sembako. Biasanya sembako dibagikan dalam bentuk paket kepada panti asuhan atau fakir miskin sebagai bentuk solidaritas sosial.
Selain meringankan beban sesama, kegiatan ini juga membantu menanamkan nilai-nilai kebaikan sebelum memasuki bulan Ramadan. Aspek sosial ini tentu sangat penting untuk mempererat tenggang rasa dan kasih sayang kepada sesama manusia.
Tradisi munggahan tak hanya sekadar makan bersama dan bagi-bagi sembako. Tapi, tradisi ini juga mengajarkan manusia sebagai makhluk sosial untuk tetap bersolidaritas dan saling berbaik hati kepada orang lain. Dengan begitu, diharapkan masyarakat akan lebih siap untuk menghadapi bulan Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....