Saka Sunda Kampung Adat Cireundeu Perkuat Identitas Budaya Kota Cimahi
- 13 Jul 2026 14:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Perayaan Saka Sunda melalui rangkaian syukuran adat Tutup Taun 1959 dan Ngemban Taun 1 Sura 1960 di Kampung Adat Cireundeu menjadi simbol kuat pelestarian budaya sekaligus kearifan lokal masyarakat Kota Cimahi. Tradisi yang berlangsung pada 9–11 Juli 2026 itu semakin menegaskan Cireundeu sebagai pusat budaya Sunda yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Ritual adat tahunan tersebut diikuti masyarakat adat bersama para tokoh budaya dari berbagai daerah, mulai dari Banten, Kuningan hingga Cibuluh. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya yang terus dijaga masyarakat Cireundeu.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Dani Bastian, mengatakan Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen mempertahankan sekaligus mengembangkan keunikan Kampung Adat Cireundeu agar tetap menjadi kebanggaan daerah.
"Kami terus menjaga, merawat, dan mengembangkan keistimewaan Kampung Adat Cireundeu agar menjadi ikon edukasi budaya sekaligus pusat pembelajaran ketahanan pangan bagi masyarakat," kata Dani, saat ditemui Sabtu 11 Juli 2026.
Menurut Dani, salah satu warisan budaya yang menjadi kekuatan utama Kampung Adat Cireundeu adalah rasi atau beras singkong yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kearifan pangan lokal memiliki nilai budaya sekaligus manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Saat ini Kota Cimahi tercatat memiliki tiga Warisan Budaya Takbenda dan 12 Cagar Budaya yang terus dilestarikan. Rasi menjadi salah satu warisan budaya yang mendapat perhatian khusus, termasuk dari Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo yang menyampaikan apresiasinya secara virtual pada perayaan tersebut.
"Keistimewaan Cireundeu bukan hanya pada tradisinya, tetapi juga pada kearifan pangannya yang terbukti mandiri, sehat, dan kini telah resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda," ujar Dani.
Pemerintah Kota Cimahi menargetkan Kampung Adat Cireundeu menjadi kawasan percontohan pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan yang dipadukan dengan konsep pariwisata edukatif. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Selain menjadi destinasi budaya, Kampung Adat Cireundeu juga semakin dikenal sebagai lokasi penelitian berbagai kalangan akademisi. Mereka mempelajari bagaimana masyarakat adat mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi, ketahanan pangan, dan kehidupan modern yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....