Pemkot dan Pemprov Sepakati Relokasi PKL Teras Cihampelas

  • 11 Feb 2026 12:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) Teras Cihampelas merupakan bagian dari kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah penataan kawasan sekaligus upaya menghadirkan ruang usaha yang lebih tertib, permanen, dan representatif bagi para pedagang.

Pernyataan itu disampaikan Farhan menyusul adanya penolakan dari sejumlah PKL Teras Cihampelas terhadap rencana pemindahan lokasi ke bawah Flyover Pasupati. Para pedagang mengaku khawatir akan kehilangan pelanggan apabila dipindahkan dari lokasi lama yang selama ini dinilai strategis.

“Bagaimanapun juga ini sudah menjadi kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung. Untuk para pedagang, kami tidak hanya menawarkan satu titik, tetapi beberapa pilihan lokasi yang lebih permanen,” ujar Farhan, Rabu 11 Februari 2026.

Farhan menjelaskan, opsi relokasi tidak terbatas hanya di bawah Flyover Pasupati. Pemkot Bandung juga menyiapkan alternatif lokasi lain, salah satunya di kawasan Balubur. Seluruh opsi tersebut, kata dia, tengah dimatangkan agar dapat memberikan kepastian dan kenyamanan bagi para pedagang dalam menjalankan usahanya.

“Kan ada beberapa pilihan. Salah satunya di bawah Flyover Pasupati, kemudian juga ada di kawasan Balubur. Semua sedang kami siapkan agar pedagang bisa mendapatkan tempat yang layak, lebih tertata, dan memiliki kepastian,” ucapnya.

Baca juga : Kota Bandung Perkuat Ekonomi dan Wisata Halal

Menurut Farhan, relokasi ini bukan sekadar pemindahan tempat berdagang, melainkan bagian dari penataan kawasan perkotaan yang lebih luas. Pemerintah ingin memastikan ruang publik di Kota Bandung tertata dengan baik, aman, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat.

Ia juga memahami kekhawatiran pedagang terkait potensi penurunan jumlah pembeli jika lokasi usaha berubah. Namun, Farhan optimistis daya tarik Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata dan pusat aktivitas ekonomi tetap menjadi faktor utama yang mendatangkan pengunjung.

“Soal pelanggan nanti itu tergantung pelanggannya. Di mana pun tempatnya, Kota Bandung selalu ramai. Selama konsepnya jelas dan penataannya baik, saya yakin pelanggan akan datang,” katanya.

Farhan menambahkan, Pemkot Bandung akan mengedepankan pendekatan dialogis dalam proses relokasi. Pemerintah berkomitmen untuk terus berkomunikasi dan bermusyawarah dengan para pedagang agar solusi terbaik dapat dicapai tanpa merugikan pelaku usaha kecil.

“Kami akan terus berdialog. Prinsipnya, relokasi ini untuk penataan yang lebih baik dan keberlangsungan usaha para pedagang juga harus tetap terjaga,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....