Brigade LMP Cimahi Salurkan Bantuan Penyintas Longsor Cisarua

  • 10 Feb 2026 12:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Brigade 17 Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 8 Februari 2026. Bantuan difokuskan pada kebutuhan nonsembako bagi bayi, anak-anak, dan keluarga penyintas yang masih bertahan di posko pengungsian pasca berakhirnya masa tanggap darurat resmi pemerintah daerah.

Tim relawan melakukan penyisiran sejak pagi hari di area terdampak dan sekitar posko. Dari hasil dialog dengan warga dan pengurus setempat, Kemudian teridentifikasi kebutuhan mendesak yang belum banyak terpenuhi, antara lain susu bayi, bubur bayi, popok, perlengkapan kebersihan diri, serta makanan ringan untuk anak-anak yang masih mengalami trauma.

Logistik kemudian disiapkan di Kota Cimahi berdasarkan daftar kebutuhan lapangan. Pada sore hari, bantuan diserahkan kepada perwakilan warga untuk didistribusikan kepada keluarga terdampak yang telah terdata.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan lanjutan dari dua gelombang bantuan sebelumnya. Brigade 17 LMP Kota Cimahi berkolaborasi dengan Pengurus LMP Kota Cimahi serta SPPG Djati Pasundan di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, sebagai mitra lapangan.

Ketua LMP Kota Cimahi, Dieky Surachman, Sekretaris Herry Soetarto, Komandan Brigade 17 Arin, Wakil Komandan Opik, Sekretaris Brigade Jabar, serta Dewan Pembina LMP Kota Cimahi Yudi Marwata turut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut.

Baca juga : Komisi III DPRD Jabar Fokus Benahi BUMD

Yudi Marwata menyatakan kehadiran LMP merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap warga Bandung Barat yang terdampak bencana. Ia menilai bantuan nonsembako, khususnya untuk bayi dan anak-anak, memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan keluarga penyintas.

“Pada fase awal bencana, bantuan sembako sangat dominan. Namun setelah itu, kebutuhan khusus seperti susu bayi, popok, dan perlengkapan kebersihan sering terlewat, padahal sangat dibutuhkan keluarga yang kehilangan rumah dan peralatan rumah tangga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan SPPG Djati Pasundan sebagai pelaku usaha lokal yang berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan bersama organisasi masyarakat.

Komandan Brigade 17, Arin, menegaskan pihaknya akan terus menjaga kesiapsiagaan anggota untuk merespons kondisi darurat di wilayah Cimahi dan sekitarnya. “Keberlanjutan bantuan menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung proses pemulihan warga terdampak bencana,” ucapnya.

Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026 yang lalu, menimbun puluhan rumah, memutus akses jalan lingkungan, dan memaksa ratusan warga mengungsi. Hingga kini, kebutuhan dasar dan dukungan psikososial bagi penyintas masih terus diperlukan seiring proses pemulihan jangka panjang di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....