Strategi Karuhun Sunda Dalam Ngaraksa Ngariksa Budaya Sunda

  • 07 Feb 2026 16:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Berbicara tentang strategi karuhun sunda, terlalu banyak strategi yang diterapkan dan dititipkan karuhun Sunda kepada generasi berikutnya. Terlebih, Strategi yang digunakan oleh mereka, sudah banyak yang terlupakan.

Salah satu Budayawan Sunda dan Founder Bumi Dega, Abah Lucky Hendrawan atau lebih akrab dikenal Abah Uci, menjelaskan tentang Strategi Karuhun Sunda dalam Ngaraksa Ngariksa Budaya Sunda. Dalam Acara Obrolan Budaya Korwil XII, RRI Bandung, RRI Bogor dan RRI Cirebon.

Dalam acara yang disiarkan hari Sabtu 7 Februari 2026 di Programa 4 RRI Bandung, beliau menjelaskan bahwa Strategi yang digunakan oleh karuhun Sunda itu lebih kepada sebuah pepatah. “Karena terlalu halus, jadi tidak dalam bentuk keharusan yang dipaksakan, tapi didasri oleh kesadaran,” dijelaskan Abah Uci.

Bumi ini sudah indah, para karuhun Sunda ingin membuat kehidupan di bumi ini terlebih di Tanah Sunda menjadi lebih cantik dan lebih indah lagi. “Mereka menitipkannya sebagai sebuah pepatah, salah satu contohnya Gunung Kudu Pageuh, Leuweung Kudu Hejo, Cai Kudu Herang, “ Lanjut Bah Uci.


Baca Juga: Pasanggiri Jaipongan, Pelestarian Budaya Berdampak Ekonomis


Pepatah tersebut sebagai penanda bangsa yang beradab, maka itu bisa dilihat sebagai strategi yang membangun peradaban sebuah bangsa. “Karena setiap manusia sunda adalah manusia yang sudah mengalami pencerahan akan betul-betul menghormati kehidupan di alam ini untuk kemakmuran bersama,” kata bah Uci.

Masyarakat Sunda merupakan masyarakat Agraris, maka kehidupan untuk mencintai “Lemah Cai” atau Tanah Air menjadi hal yang paling utama. “Bumi ini sebagai Ibu yang harus dirawat dan dijaga atau dengan kata lain Ngaraksa jeung Ngariksa,” ungkap Bah Uci.

Melalui pepatah “Gunung Kudu pageuh, leuweung kudu hejo, cai kudu herang”, secara harfiah memiliki arti gunung harus kuat, hutan harus hijau, air harus jernih. “Ketika tiga aspek itu masih dalam keadaan seperti itu, maka manusia masih dalam keadaan aman,” pungkas Bah Uci

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....