Longsor Campakamulya Rusak Bangunan, Puluhan Rumah Terancam
- 05 Feb 2026 19:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur - Bencana tanah longsor melanda sejumlah desa di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat intensitas curah hujan tinggi pada Selasa, 3 Februari 2026. Peristiwa ini menyebabkan belasan bangunan rusak, puluhan rumah terancam, serta akses jalan desa dan kabupaten sempat terputus.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu longsor di berbagai titik. Desa yang terdampak meliputi Desa Campakawarna, Sukasirna, Cibanggala, Campakamulya, dan Sukabungah, dengan Desa Campakawarna tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah.
Berdasarkan data lapangan, sebanyak 13 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor. Dari jumlah tersebut, delapan bangunan mengalami rusak berat dan lima bangunan lainnya mengalami rusak ringan.
Kerusakan berat meliputi lima rumah warga, satu mushola, satu madrasah, serta satu bangunan penggilingan padi. Sementara itu, bangunan yang rusak ringan tersebar di beberapa desa terdampak di Kecamatan Campakamulya.
“Dari 13 bangunan yang rusak itu tersebar di beberapa desa, namun Desa Campakawarna menjadi yang paling banyak dan paling terdampak,” ujar Camat Campakamulya, Acep Sopiandi, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca Juga: Pemkot, Gaji Karyawan Bandung Zoo Dibayar Upah Minimum
Akibat kejadian tersebut, empat kepala keluarga dengan total 16 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman. Selain itu, sebanyak 65 rumah warga lainnya dilaporkan berada dalam kondisi terancam jika terjadi longsor susulan.
“Enam belas jiwa dari empat keluarga terpaksa diungsikan ke rumah saudara mereka, sementara puluhan rumah warga lainnya diminta tetap waspada,” jelas Acep. Ia menambahkan, kondisi tanah di sejumlah titik masih labil akibat curah hujan yang tinggi.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. “Jika hasil kajian menunjukkan kondisi tanah labil dan rawan bencana susulan, tentu akan kami relokasi demi keselamatan masyarakat,” tegasnya, seraya menyebut Pemkab juga akan mengkaji faktor lingkungan sebagai penyebab longsor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....