Babinsa Dampingi Serapan Gabah Petani Desa Jatimulya
- 05 Feb 2026 15:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Subang - Babinsa Koramil 0511/Pusakanagara melaksanakan pendampingan serapan gabah petani (Sergap) oleh Perum Bulog Subang di Dusun Jatimulya, Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.
Pendampingan dilakukan Babinsa Desa Jatimulya, Serda Dada Ismaji, bersama petugas Bulog Subang, Dea Yuldan, dengan melibatkan petani setempat, Eti Muneti. Kehadiran Babinsa di lapangan bertujuan memastikan proses penyerapan gabah berjalan lancar, aman, dan sesuai ketentuan.
Serda Dada Ismaji mengatakan, pendampingan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mengawal kebijakan pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani. “Kami hadir untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Baca Juga: Kementan Salurkan Bantuan Vaksinasi Secara Serentak Untuk Peternak
Ia menjelaskan, harga pembelian gabah telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram dan harus diterapkan secara konsisten. “Dengan harga yang jelas, petani tidak dirugikan dan hasil panen mereka terserap dengan baik,” kata Serda Dada.
Menurutnya, kehadiran Babinsa juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan petani dalam menjual hasil panen. “Kami juga berupaya mencegah adanya praktik yang merugikan petani dalam proses jual beli gabah,” tuturnya.
Serda Dada menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menyukseskan program serapan gabah. “Sinergi antara TNI, Bulog, dan petani menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Koramil 0511/Pusakanagara berharap kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Compreng dapat terus meningkat. Selain itu, stabilitas ketahanan pangan daerah diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan.
Sementara itu, petani Desa Jatimulya, Eti Muneti, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan Babinsa dan Bulog. “Kami merasa lebih tenang karena gabah diserap dengan harga yang sudah ditentukan dan prosesnya berjalan lancar,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....