Dinkes Kota Bandung Dipastikan Aman Dari Virus Nipah

  • 04 Feb 2026 10:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus Virus Nipah di wilayah Kota Bandung. Masyarakat pun diminta tetap tenang, namun tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit menular.


Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menegaskan bahwa sampai sekarang belum ada laporan resmi terkait keberadaan Virus Nipah di Kota Bandung.“Untuk Kota Bandung aman, belum ada, dan mudah-mudahan tidak ada. Jangan sampai ada,” ujar Dadan, Rabu 4 Februari 2026.


Dadan menjelaskan, pihaknya baru menerima informasi awal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait langkah-langkah antisipasi dan kewaspadaan dini terhadap Virus Nipah. Informasi tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan penerbitan surat edaran ke seluruh puskesmas di Kota Bandung.

“Kami sudah mendapat informasi dari Kemenkes mengenai langkah-langkah yang bisa kita laksanakan. Nantinya akan dibuat surat edaran ke puskesmas terkait kewaspadaan dini,” katanya.


Baca Juga: Pemkot Bandung Hentikan Seluruh Operasional Insinerator di TPS


Selain ke puskesmas, Dinkes Kota Bandung juga akan menyampaikan pedoman penanganan Virus Nipah kepada rumah sakit sebagai langkah kesiapsiagaan apabila ditemukan kasus yang dicurigai.“Untuk langkah-langkah kewaspadaan dini akan disampaikan ke puskesmas, dan ke rumah sakit juga akan kita informasikan terkait langkah-langkah penanganannya,” jelasnya.

Dadan mengakui, pihaknya masih mempelajari secara lebih mendalam terkait karakteristik Virus Nipah. Namun berdasarkan informasi awal, virus tersebut pertama kali ditemukan di India dan ditularkan dari hewan, khususnya kelelawar.

“Kalau untuk detail virusnya masih kami pelajari. Yang bisa saya sampaikan, virus ini berawal dari India. Di Indonesia sendiri sampai sekarang saya belum menerima laporan apakah sudah masuk atau belum. Yang pasti, di Kota Bandung belum ada laporan terkait Virus Nipah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara umum gejala Virus Nipah mirip dengan penyakit flu, seperti demam, batuk, dan pilek, sehingga perlu kewaspadaan ekstra dalam mendeteksi penyakit ini.“Gejalanya hampir sama dengan flu pada umumnya, seperti demam, batuk, dan pilek. Yang menjadi perhatian, virus ini awalnya disebarkan dari kelelawar,” katanya.


Meski belum terdeteksi di Indonesia, Dadan menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, mengingat jarak geografis Indonesia dengan negara asal virus tersebut relatif dekat.“Di Indonesia belum terdeteksi, tapi kita tidak boleh mengabaikan. India tidak terlalu jauh dari Indonesia, jadi kita harus tetap waspada,” katanya.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengendurkan penerapan protokol perlindungan diri, terlebih setelah sebelumnya muncul isu superflu.“Masyarakat harus tetap menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, menjaga kesehatan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, serta istirahat yang cukup,” imbaunya.

Dadan menegaskan, apabila mengalami gejala sakit seperti flu atau demam,masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke dokter,atau puskesmas terdekat. serta menggunakan masker agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....