Akibat Gelombang Ekstrim, Nelayan Pantura Subang Butuh Bantuan
- 03 Feb 2026 19:50 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Hampir dua pekan berlalu, gelombang ekstrim yang terjadi di wilayah pesisir pantai laut Jawa (Pantura) Subang, membuat sejumlah nelayan mengalami paceklik, akibat tidak bisa melaut. Namun kondisi tersebut, hingga saat ini, belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Hal itu, diungkapkan Ketua DPC Perkumpulan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kabupaten Subang, Ali Hoerudin kepada RRI di Subang, Selasa 3 Februari 2026. Bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, untuk para nelayan yang sedang mengalami paceklik.
"Hingga kini para nelayan yang mengalami paceklik akibat gelombang ekstrin, selama hampir dua pekan, tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah," ujar Ali Haerudin.
Baca juga : Kompol Asep Agustoni Resmi Jabat Wakapolres Subang
Ia menyebut, seharusnya pemerintah daerah peka terhadap kondisi para nelayan saat ini, yang sangat membutuhkan bantuan tersebut. Karena gelombang ekstrim, bahkan air laut pun sampai ke pantai Pondok Bali bahkan sampai ke pemukiman warga. Sehingga para nelayan, takut untuk melaut mencari ikan.
"Hampir di seluruh TPI, para nelayan yang menggunakan perahu kecil, semuanya takut melaut, karena gelombang ekstrim. Sehingga mereka lebih memilih menyelamatkan diri di rumah masing-masing," terangnya.
Ia juga menyebut, meski ada dana paceklik dari KUD di masing-masing TPI, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tidak melaut. Beruntung bagi para nelayan yang rumahnya kebanjiran, mereka juga masih mendapatkan bantuan dari Pemda, selama berada di tempat pengungsian.
"Ya bagi nelayan yang rumahnya tidak terendam bajir, mereka ga kebagian apapun dari pemda," tandas Ali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....