BRT Beroperasi, Lampu Lalu Lintas Didukung Sistem ITS

  • 31 Jan 2026 18:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus mematangkan persiapan pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penerapan sistem lampu lalu lintas berbasis Intelligent Traffic System (ITS) untuk mendukung kelancaran operasional BRT di persimpangan jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa sistem ITS memungkinkan pengaturan lampu lalu lintas secara otomatis dan adaptif sesuai kondisi di lapangan. Dengan teknologi ini, arus kendaraan dapat dikelola lebih efektif, terutama di titik-titik rawan kemacetan.

“Ke depan, akan ada dukungan sistem ITS (Intelligent Traffic System). Dengan sistem ini, lampu lalu lintas akan menyesuaikan secara otomatis. Ketika terjadi antrean panjang kendaraan, lampu merah bisa langsung berubah hijau. Bahkan bus BRT akan diprioritaskan agar tidak terlalu lama berhenti di persimpangan,” ujar Rasdian, Sabtu 31 Januari 2026.

Ia menyebutkan, penerapan ITS menjadi bagian penting dalam rekayasa lalu lintas yang disiapkan seiring beroperasinya BRT. Prioritas lampu hijau bagi bus BRT diharapkan dapat menjaga ketepatan waktu layanan sekaligus mengurangi potensi penumpukan kendaraan di jalur utama.

Baca juga : Angkot Eksisting Disiapkan jadi Feeder BRT Bandung Raya

Rasdian menambahkan, penerapan sistem tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 2027. Pada tahap awal operasional, diperkirakan akan ada enam hingga 12 koridor BRT yang beroperasi di Kota Bandung. Seluruh armada yang digunakan merupakan bus khusus dengan konsep BRT.

“Targetnya sistem ini berjalan bertahap sampai 2027. Saat itu, BRT sudah mulai beroperasi dengan beberapa koridor utama dan armada khusus,” katanya.

Rasdian menegaskan bahwa seluruh skema rekayasa lalu lintas, termasuk pengaturan lampu merah berbasis ITS, akan dibahas secara komprehensif dalam Forum Lalu Lintas. Pembahasan tersebut juga akan disertai simulasi sebelum kebijakan diterapkan di lapangan.

“Semua rekayasa lalu lintas ini akan dibahas lebih lanjut di Forum Lalu Lintas, termasuk simulasi sebelum pelaksanaan,” ucapnya.

Dishub Kota Bandung juga menyadari bahwa potensi kemacetan tetap ada, terutama pada masa awal penerapan sistem dan operasional BRT. Namun demikian, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan agar dampaknya dapat diminimalkan.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa kemacetan pasti terjadi, namun minimal kita sudah menyiapkan skema penanganannya,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....