Dinkes Jabar Siapkan Suntik Anti Tetanus bagi Relawan

  • 30 Jan 2026 17:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyiapkan layanan suntik anti tetanus bagi para relawan yang terlibat dalam proses evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).Langkah ini dilakukan sebagai upaya perlindungan kesehatan relawan di tengah kondisi medan evakuasi yang berisiko.

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, R. Vini Adiani Dewi, menyampaikan bahwa pemberian suntik anti tetanus penting untuk mencegah infeksi akibat luka terbuka atau paparan benda tajam yang kerap ditemui di lokasi bencana.

Menurutnya, relawan menjadi garda terdepan yang harus mendapat perhatian serius dari sisi keselamatan dan kesehatan.

“Kami telah menyiapkan suntik anti tetanus dalam jumlah yang cukup. Jadi relawan tidak perlu khawatir, layanan ini siap diberikan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Vini dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat 30 Januari 2026.

Baca Juga: DP3AKB Jabar Beri Dukungan Psikologis Korban Longsor Pasirlangu

Selain menyiapkan vaksinasi, Dinkes Jabar juga mengerahkan tim kesehatan untuk memberikan pelayanan medis langsung di lokasi bencana.

Dukungan tersebut diperkuat dengan kesiapan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjut (FKRTL) guna menangani kasus kegawatdaruratan yang memerlukan perawatan lanjutan.

Sejumlah rumah sakit telah ditetapkan sebagai rujukan, di antaranya RSUD Welas Asih, RSUD Cibabat, RSUD Lembang, dan RS Dustira. Seluruh fasilitas tersebut disiagakan untuk memastikan korban maupun relawan mendapatkan penanganan medis yang optimal.

Dalam penanganan klaster kesehatan, Dinkes Jabar juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta Dinkes Kabupaten Bandung Barat melalui aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC). Koordinasi ini mencakup monitoring dan evaluasi posko kesehatan serta edukasi kepada pengungsi terkait upaya menjaga kesehatan selama masa tanggap darurat.

Tak hanya itu, untuk mendukung proses identifikasi korban meninggal dunia, Dinkes Jabar bersama Dinkes KBB turut menyiapkan perlengkapan Disaster Victim Identification (DVI), peti jenazah, hingga fasilitas freezer jenazah.

“Harapannya, seluruh upaya ini dapat membantu mempercepat dan memperlancar proses penanggulangan bencana, sekaligus memastikan aspek kemanusiaan dan kesehatan tetap menjadi prioritas,” kata Vini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....